Berita

BURSA PIMPINAN KPK

Serang Balik, ICW Sebut Jimly Bukan Seorang Negarawan

MINGGU, 22 AGUSTUS 2010 | 14:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sebutan anak manja yang dilontarkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie kepada Indonesian Corruption Watch ditanggapi keras pentolan LSM pegiat anti korupsi itu.

"Itu pernyataan yang tendensius dan lucu yang menunjukkan beliau bukan seorang negarawan. Beliau tidak paham terhadap kasus ini," ujar Peneliti Hukum ICW Donal Fariz di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan (Minggu, 22/8).

Jimly menyebut ICW sebagai anak manja karena salah satu anggotanya, Tama S Langkun, dijenguk SBY setelah mengalami upaya percobaan pembunuhan dari orang tak dikenal pada Kamis (8/7) dini hari lalu.


Hal itu dikatakan Jimly pada Rabu (19/8) lalu saat dimintai tanggapan atas laporan ICW terkait temuan tentang integritas tujuh bakal calon pimpinan KPK yang diserahkan ke Panitia Seleksi Pimpinan KPK. Jimly merupakan salah satu di antara tujuh bakal calon yang diinvestigasi ICW.

Donal melanjutkan, kunjungan Presiden SBY pada waktu itu merupakan inisiatif Presiden sendiri. ICW tegasnya, tidak pernah mengundang Presiden SBY untuk menjenguk Tama yang saat itu sedang dirawat di RS Asri Duren Tiga Jakarta Selatan.

"Jimly juga sempat datang ke kita dan itu atas keinginan Jimly sendiri. Bukan atas undangan kita," tegasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya