Berita

PEMBENTUKAN OJK

DPR akan Studi Banding ke Empat Negara

MINGGU, 22 AGUSTUS 2010 | 10:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Setelah menerima rancangan Undang Undang Otoritas Jasa Keuangan yang disodorkan pemerintah pada Rabu (18/8) lalu, DPR akan melakukan studi banding ke empat negara untuk mendapatkan bahan perbandingan mengenai lembaga pengawasan yang ada di negara-negara tersebut.  

“Iya, rencananya ke empat Negara. Dua negara di Asia, duanya lagi di Eropa,” ujar Ketua Panitia Khusus (Pansus) OJK DPR RI, Nusron Wahid kepada Rakyat Merdeka Online di Jakarta. 

Negara Asia yang akan dipilih untuk "pelesiran" itu adalah Korea Selatan dan Jepang. Sementara untuk Negara Eropa adalah Inggris dan Perancis. Namun, untuk Negara Perancis masih belum bisa dipastikan. Karena, lanjut Nusron, ada negara Eropa lain yang juga sedang dipertimbangkan, yakni Belgia.


"Biayanya diambil dari biaya pembahasan OJK yang Rp 1,3 miliar itu," tegas anggota Komisi XI DPR ini.

Namun, saat ditanya berapa jumlah dana untuk pembentukan OJK, mantan ketua umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini enggan membeberkan.
 
“Jangan bicara biaya dulu. Soal biaya itu kan tergantung formatnya. Formatnya seperti apa kan belum", ujar Nusron. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya