Berita

Di Mata SBY, Syaukani Orang yang Istimewa?

JUMAT, 20 AGUSTUS 2010 | 15:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya lebih berhati-hati dalam membeberikan grasi kepada seseorang narapidana. Karena, grasi merupakan keputusan hukum final bagi seorang terpidana.

"Harusnya pemberian grasi lebih berhati-hati lagi. Mana yang paling layak dapat grasi dari Presiden. Karena grasi itu benar-benar keputusan final," ujar Sekretaris Jenderal PPP Irgan Chairil Mahfidz kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta (Jumat, 20/8).

Hal itu ia katakan menanggapi pemberian grasi oleh Presiden SBY kepada terpidana korupsi penyalahgunaan dana perangsang pungutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara Kutai, dana pembangunan Bandara Kutai, dan penyalahgunaan dana pos anggaran kesejahteraan masyarakat yang juga mantan Bupati Kutai Kertanegara, Syaukani HR.


Selain itu, Irgan yang juga anggota Komisi IX DPR ini menyatakan grasi merupakan keputusan istimewa dari Presiden. Jadi orang yang mendapatkannya juga, terang Irgan, harus orang yang istimewa.

"Kalau kaca mata masyarakat masih punya sitgma negatif yang tidak pantas, tidak tepat juga itu diberikan. Harus ada pertimbangan yang betul-betul matang. Presiden dan MA harus berhati-hatilah," tegasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya