Berita

BURSA PIMPINAN KPK

ICW: Ada Calon Pernah Berupaya Lemahkan KPK

MINGGU, 15 AGUSTUS 2010 | 20:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL.Di antara tujuh bakal calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini ada yang diragukan komitmennya dalam pemberantasan korupsi.

Hal ini terlihat dari ada salah satu calon yang pernah terlibat mega proyek. Selain itu juga ada calon yang hanya memiliki komitmen pada pencegahan korupsi saja bukan penindakan.

Demikian dikatakan peneliti Indonesian Corruption Watch, Donal Farizi saat konferensi pers di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan (Minggu sore, 15/8).


“Mereka (calon ketua KPK) berasal dari institusi yang belum mampu membenahi institusi internalnya dari praktek mafia hukum. Beberapa calon pernah melindungi bawahanya dan meminta KPK untuk menghentikan kasus korupsinya. Bahkan dari ketujuh calon ketua KPK itu ada yang pernah membantu penjatuhan vonis bebas terhadap beberapa kasus korupsi,” tegas Donal.

“Ada juga calon yang pernah mendampingi tersangka kasus korupsi. Ada juga calon yang lebih memperioritaskan aspek pencegahan korupsi daripada penindakannya”, tambahnya

Dari rekam jejak yang ada, masih menurut Donal, ICW juga menemukan ada calon yang pernah meloloskan dua anak buahnya untuk mengisi pos di sebuah institusi negara. Selain itu juga ada yang berkontribusi melemahkan Komisi Yudisial dan KPK.

“Calon yang lainnya pernah terlibat proyek pembangunan lapangan tembak Semarang dan ada juga calon yang punya keterkaitan yang kental dengan pengusaha batu bara, kasus penambangan ilegal dan penyelundupan handphone,” pungkasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya