Sebelumnya, SynthID Detector hanya tersedia secara terbatas bagi jurnalis, profesional media, dan peneliti selama tahap pengujian. Kini, layanan pendeteksi konten AI tersebut dapat diakses secara global, termasuk oleh pengguna di Indonesia.
Melalui SynthID Detector, pengguna dapat mengunggah file media untuk mengetahui apakah sistem menemukan watermark SynthID di dalamnya. Teknologi ini membantu mengidentifikasi konten yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI), meski tidak semua konten AI bisa terdeteksi melalui layanan tersebut.
Apa Itu SynthID Detector?
SynthID Detector adalah layanan Google untuk membantu mengidentifikasi konten yang memiliki watermark digital SynthID. Google pertama kali memperkenalkan teknologi SynthID pada 2023 dengan menyisipkan watermark yang tidak terlihat secara kasatmata ke dalam konten yang dihasilkan AI.
Watermark tersebut dirancang agar tetap dapat dikenali oleh sistem meskipun konten mengalami perubahan tertentu. Dengan begitu, SynthID dapat membantu pengguna menelusuri asal-usul gambar, video, maupun audio yang dibuat menggunakan teknologi AI.
Google menyebut SynthID telah digunakan untuk memberikan watermark pada lebih dari 180 miliar gambar dan video serta sekitar 240.000 tahun konten audio. SynthID Detector mendukung sejumlah format gambar, video, dan audio.
Pengguna dapat mengunggah file sesuai format yang tersedia untuk menjalani pemeriksaan watermark digital. Untuk gambar, format yang didukung meliputi JPG, JPEG, PNG, BMP, WEBP, AVIF, HEIC, HEIF, TIFF, TIF, dan GIF.
Sementara itu, format video yang dapat diperiksa mencakup MP4, MOV, dan WEBM. Adapun format audio yang didukung meliputi WAV, MP3, OGG, FLAC, AAC, dan M4A.
Cara Menggunakan SynthID Detector untuk Cek Konten AI
Cara menggunakan SynthID Detector cukup sederhana. Pengguna hanya perlu membuka website layanan tersebut dan mengunggah file yang ingin diperiksa.
Berikut langkah-langkah menggunakan SynthID Detector:
1. Buka website SynthID Detector melalui alamat synthid.com/image-detection.
2. Masuk menggunakan akun yang didukung oleh layanan.
3. Unggah gambar, video, atau audio yang ingin diperiksa.
4. Tunggu hingga sistem selesai menganalisis file.
5. Periksa hasil analisis untuk mengetahui apakah watermark SynthID ditemukan.
Hasil pemeriksaan membantu pengguna mengetahui apakah file yang diunggah mengandung watermark SynthID. Namun, hasil tersebut tidak selalu bisa memastikan bahwa suatu konten sepenuhnya dibuat oleh manusia atau AI.
Apakah SynthID Detector Bisa Mendeteksi Semua Konten AI?
Google menyebut SynthID Detector dapat memeriksa konten yang dibuat menggunakan sejumlah model AI Google, seperti Gemini, Veo, dan Lyria, serta teknologi dari beberapa mitra, termasuk OpenAI, Nvidia, dan Kakao. Dukungan untuk Apple juga disebut akan hadir.
Meski demikian, kemampuan deteksi SynthID Detector bergantung pada keberadaan watermark yang dapat dikenali oleh sistem. Konten yang dibuat menggunakan model AI atau layanan yang belum mendukung SynthID berpotensi tidak terdeteksi.
Karena itu, hasil pemeriksaan SynthID Detector sebaiknya digunakan sebagai salah satu petunjuk untuk menilai asal-usul konten, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk memastikan apakah sebuah gambar, video, atau audio merupakan hasil AI.
BERITA TERKAIT: