Nilai Pasar Anjlok, Pemegang Saham Gugat Intel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 08 Agustus 2024, 14:40 WIB
Nilai Pasar Anjlok, Pemegang Saham Gugat Intel
Ilustrasi/RMOL-Erin
rmol news logo Sudah jatuh tertimpa tangga, peribahasa itu mungkin tepat untuk menggambarkan situasi yang kini sedang dialami Intel. 
Di tengah anjloknya nilai pasar, perusahaan teknologi Amerika Serikat itu harus menerima gugatan dari para pemegang saham.
Para penggugat mengatakan bahwa pembuat chip Silicon Valley tersebut telah menyembunyikan masalah yang menyebabkannya membukukan pendapatan yang menurun, sehingga memangkas jumlah karyawan dan menangguhkan dividennya, serta menyebabkan nilai pasarnya anjlok lebih dari 32 miliar dolar AS dalam satu hari.

Gugatan class action ditujukan kepada pihak intel, antara lain Kepala Eksekutif Patrick Gelsinger dan Kepala Keuangan David Zinsner,  di pengadilan federal San Francisco.

Dikutip dari Reuters, Kamis (8/8), para pemegang saham mengatakan mereka terkejut ketika Intel mengungkapkan pada tanggal 1 Agustus bahwa bisnis pengecorannya yang membuat chip berdasarkan kontrak untuk pihak luar sedang terpuruk, dan mengakibatkan kerugian miliaran dolar bahkan ketika pendapatan menurun.

Gugatan ini muncul setelah Intel mengatakan pada Kamis lalu bahwa mereka akan memberhentikan karyawannya, membuka tab baru lebih dari 15 persen tenaga kerjanya, atau lebih dari 15.000 pekerjaan, dan menangguhkan dividennya mulai kuartal keempat sebagai bagian dari restrukturisasi yang dimaksudkan untuk menghemat 10 miliar dolar AS pada 2025.

Intel juga membukukan kerugian bersih sebesar 1,61 miliar dolar AS pada kuartal kedua, membuka tab baru, karena pendapatan turun 1 persen menjadi 12,83 miliar dolar AS.

Harga saham Intel anjlok 26 persen menjadi 21,48 dolar AS pada 2 Agustus, sehari setelah mengumumkan hasil kuartalan, pemutusan hubungan kerja, dan penangguhan dividen.

Saham ditutup pada hari Rabu turun 3,6 persen pada 18,99 dolar AS dan telah turun 34,6 persen sejak pengumuman tersebut. rmol news logo article

EDITOR: RENI ERINA
  • TAGS

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA