Surplus Neraca Dagang RI Januari-September 2026 Tembus 10,61 Miliar Dolar AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 03 November 2026, 11:55 WIB
Surplus Neraca Dagang RI Januari-September 2026 Tembus 10,61 Miliar Dolar AS
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: BPMI Setpres)
Kecil Besar
rmol news logo Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar 10,61 miliar dolar AS sepanjang Januari-September 2026. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan tersebut ditopang kinerja sektor nonminyak dan gas (nonmigas) yang membukukan surplus 34,21 miliar dolar AS, sehingga mampu mengimbangi defisit sektor minyak dan gas (migas) sebesar 23,6 miliar dolar AS.

"Januari sampai September 2026, ini surplusnya neraca perdagangan kita 10,61 miliar, dipicu oleh surplus non-MIGAS sebesar 34,21 miliar, dan walaupun defisit MIGAS mencapai 23,6 miliar," ungkapnya di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Selasa, 3 November 2026.

Khusus September 2026, neraca perdagangan Indonesia juga mencatatkan surplus 3,36 miliar dolar AS. Angka itu berasal dari surplus nonmigas sebesar 5,67 miliar dolar AS, sementara sektor migas mengalami defisit 2,31 miliar dolar AS.

"Dari segi neraca perdagangan, di bulan September perdagangan surplus di 3,36 miliar, ini berasal dari surplus non-MIGAS yang 5,67 miliar, dan defisit MIGAS 2,31 miliar," papar Airlangga.

Dari sisi ekspor, kinerja perdagangan Indonesia sepanjang Januari-September 2026 tumbuh 5,58 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan nilai mencapai 221,23 miliar dolar AS. Kontribusi ekspor nonmigas mendominasi dengan nilai sebesar 212,27 miliar dolar AS.

Sementara itu, nilai impor mengalami peningkatan 19,67 persen menjadi 210,63 miliar dolar AS. Di sisi lain, inflasi Indonesia pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan dan 0,22 persen secara bulanan. 

Adapun inflasi tahun kalender (year to date/ytd) mencapai 2,4 persen, masih berada dalam rentang sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA