“Menurut saya, konser Andrea Bocelli di Borobudur kemarin merupakan pertunjukan yang memberikan dampak positif bagi pariwisata serta perekonomian daerah,” kata Anggota DPR RI Ahmad Sahroni kepada wartawan, Senin, 2 November 2026.
Menurut Sahroni, kehadiran ribuan penonton dalam konser tersebut turut menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Saya berharap konsernya di Jakarta nanti juga bisa memberikan dampak ekonomi yang sama bahkan lebih, seperti konser Kanye West kemarin,” ujar Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem ini.
Sahroni berharap penyelenggaraan konser Andrea Bocelli yang dikabarkan bakal digelar di Jakarta dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi pertunjukan musik internasional.
Selain dampak ekonomi, Sahroni juga menyoroti sosok Andrea Bocelli yang tetap mampu berkarya dan memukau dunia meski merupakan penyandang disabilitas.
Menurutnya, perjalanan Bocelli menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkarya dan menghasilkan prestasi.
“Dengan keterbatasannya ini dia tetap mampu berkarya dan memukau kita semua. Ini tentunya menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya,” tandasnya.
Sebelumnya, penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, memukau ribuan penonton dalam konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu malam, 31 Oktober 2026.
Tak sekadar menghadirkan pertunjukan musik klasik berlatar kemegahan Candi Borobudur, konser tersebut juga membawa pesan perdamaian dan solidaritas bagi masyarakat yang terdampak konflik, khususnya anak-anak Palestina.
Melalui rangkaian konser Andrea Bocelli di Indonesia, promotor Shoemaker Live menginisiasi penggalangan dana dengan target penyaluran 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak konflik.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar akibat perang.
Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, mengatakan konser Andrea Bocelli memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertunjukan musik. Menurutnya, pesan perdamaian dan persatuan menjadi salah satu nilai yang ingin disampaikan melalui acara tersebut.
“Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan. Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka,” ujar Prajna dalam keterangan tertulis menjelang konser.
Menurut Prajna, Andrea Bocelli juga ingin menyampaikan harapan akan perdamaian bagi masyarakat yang masih terdampak konflik. Salah satu lagu dalam pertunjukan tersebut didedikasikan untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Setelah tampil di kawasan Candi Borobudur, Andrea Bocelli dijadwalkan melanjutkan rangkaian konsernya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026.
Dua pertunjukan Andrea Bocelli di Indonesia tersebut diproyeksikan menarik sekitar 16.000 penonton.

BERITA TERKAIT: