Data
Reuters menunjukkan harga minyak mentah Brent turun 1,59 Dolar AS atau 1,40 persen menjadi 111,84 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 1,56 Dolar AS atau 1,50 persen ke level 102,56 Dolar AS per barel.
Penurunan ini terjadi setelah harga minyak Brent menutup perdagangan Oktober di level tertinggi dalam enam bulan. Kenaikan sebelumnya dipicu kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik AS-Iran, terutama risiko gangguan pasokan minyak global.
Dalam pernyataan terbarunya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pembicaraan dengan Qatar masih berlangsung dan bertujuan melanjutkan konsultasi melalui mediator. Ia menegaskan Teheran tetap siap menempuh jalur diplomasi maupun mempertahankan diri.
Di sisi lain, serangan terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz masih menjadi ancaman bagi pasokan energi dan jalur pengiriman global. Gangguan di jalur strategis tersebut berpotensi meningkatkan biaya transportasi serta memperketat pasokan minyak dunia.
Sementara itu, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) memutuskan mempertahankan target produksi minyak untuk Desember. Keputusan tersebut memperkuat perkiraan bahwa kelompok produsen minyak itu belum akan mengubah kebijakan produksinya hingga tahun depan, di tengah gangguan ekspor akibat perang Iran.
BERITA TERKAIT: