Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa mengatakan, berbagai kemitraan yang terbangun menjadi langkah untuk mempercepat pengembangan dan pemanfaatan teknologi di Indonesia.
“Berbagai kemitraan terjalin antara Danantara Indonesia,
technology provider, perusahaan, universitas, lembaga riset, dan ekosistem BUMN, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Sigit dalam keterangan tertulis, Minggu 1 November 2026.
Pada hari pertama forum, Danantara Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kerja sama tersebut bertujuan menyelaraskan agenda riset, pengembangan talenta, kebutuhan industri, pendanaan, dan peluang investasi strategis. Sinergi ini diharapkan mempercepat hilirisasi hasil riset, memperkuat kapabilitas teknologi industri, serta meningkatkan daya saing nasional.
Danantara juga menggandeng BRIN dan 32 perguruan tinggi untuk membangun platform kemitraan riset, akademisi, dan industri. Melalui kolaborasi ini, hasil penelitian diharapkan lebih mudah diterapkan menjadi solusi yang menjawab kebutuhan dunia usaha.
Di sektor kesehatan, Danantara Development Management Fund (DDMF) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Indofarma, dan PT EBM Saintifik dan Teknologi sepakat mengembangkan fitofarmaka berbasis kratom. DDMF juga menjajaki kerja sama dengan Thermo Fisher Scientific untuk memperkuat teknologi ilmu hayati dan kapasitas riset kesehatan nasional.
Sejumlah kesepakatan turut diarahkan untuk membangun fondasi industri masa depan. Telkom Indonesia dan PLN, misalnya, menyelaraskan rencana pengembangan pusat data (data center) dengan kesiapan pasokan listrik. Langkah ini penting agar ekspansi infrastruktur digital didukung ketersediaan energi yang memadai.
Di bidang transportasi, LEN, PLN, dan Pertamina Patra Niaga memperkuat ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas), mulai dari infrastruktur energi hingga penerapannya. Sementara itu, Pertamina New & Renewable Energy dan Agrinas Palma menandatangani Heads of Agreement untuk rencana pembangunan serta pengoperasian fasilitas produksi biodiesel (FAME) di Indragiri Hilir, Riau.
"Kolaborasi lainnya mencakup industri maritim dan baja, keamanan siber, teknologi kriptografi pascakuantum, bioteknologi, hingga robotika," kata Sigit.
Selain menghasilkan kemitraan, DTIIF 2026 menghadirkan 274 pembicara dan moderator melalui tujuh sesi Distinguished Lecture, 21 sesi pleno, serta 38 sesi panel dan
pitching/showcase yang mempertemukan BUMN, peneliti muda, dan perusahaan rintisan berbasis teknologi.
Dua sesi kuliah utama menghadirkan peraih Nobel Ekonomi Peter Howitt dan Thomas J. Sargent yang membahas pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi serta peran kecerdasan buatan (AI) sebagai akselerator.
Sigit menegaskan, Danantara Indonesia akan mengawal seluruh kesepakatan hingga tahap implementasi. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan teknologi, daya saing industri, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Agenda kolaborasi ini selanjutnya akan diperluas melalui penyelenggaraan perdana New Asia Forum (NAF) pada 3–4 Desember 2026 di Bali, yang diarahkan untuk memperkuat kemitraan dan investasi Danantara di kawasan Asia," pungkas Sigit.
BERITA TERKAIT: