“Ancaman yang berikutnya yang tidak bisa kita hindari adalah climate change,” kata Wakil Menteri Pertanian M. Saleh Mustafa di Jakarta Selatan, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ia menyebut, perubahan iklim menjadi tantangan bagi keberlangsungan usaha tani. Menurutnya, hampir 80 persen lahan yang tersedia di Indonesia merupakan lahan kering.
“Kalau kita lihat di negara kita ada kebakaran hutan, kemudian ada kondisi panas yang mungkin, El Nino-nya Godzilla, dan ini sangat-sangat merugikan bagi keberlangsungan kehidupan petani kita,” ujarnya.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Kementan mengarahkan peningkatan luas tambah tanam dengan menyesuaikan waktu tanam terhadap kondisi alam. Saleh menyebut, strategi ini akan dijalankan, antara lain, di Lampung dan Sumatera Selatan.
“Kita harus beradaptasi dengan alam,” kata Saleh.
Selain menghadapi potensi kekeringan, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak musim hujan terhadap lahan pertanian.
Menurut Saleh, Presiden Prabowo Subianto telah menanyakan kesiapan pompa untuk mengantisipasi banjir di sawah serta risiko gagal panen.
BERITA TERKAIT: