Pada penutupan perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent ditutup naik 2,76 atau 2,4 persen menjadi 117,64 Dolar AS per barel.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,12 Dolar AS atau 2,08 persen menjadi 104,12 Dolar AS per barel.
Kenaikan tersebut membuat Brent mencatat penguatan 13,6 persen sepanjang Oktober, sedangkan WTI melonjak 15,2 persen. Kedua acuan harga minyak ini mendapat dorongan dari meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kekhawatiran pasar semakin besar setelah sebuah kapal tanker dihantam alat peledak yang dipasang pada perahu kecil di Selat Hormuz, Jumat. Serangan tersebut menjadi perhatian serius karena Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak mentah dan bahan bakar dari kawasan Teluk.
Di sisi lain, Amerika Serikat memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat beserta keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi mulai 23 Oktober karena meningkatnya risiko keamanan.
Kelompok Houthi yang didukung Iran sebelumnya mengklaim menyerang sejumlah fasilitas minyak Arab Saudi, termasuk kilang Ras Tanura, kilang Rabigh, dan fasilitas produksi Abqaiq milik Saudi Aramco.
Meski demikian, upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan masih berlangsung. Mediator Qatar kembali mengunjungi Teheran pada Jumat untuk membantu mencapai kesepakatan antara AS dan Iran. Namun, pasar minyak diperkirakan tetap bergejolak dalam beberapa pekan ke depan, terutama menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.
BERITA TERKAIT: