Chandra Asri Catat Penjualan Rp148 Triliun

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 31 Oktober 2026, 09:05 WIB
Chandra Asri Catat Penjualan Rp148 Triliun
Ilustrasi
Kecil Besar
rmol news logo PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan penjualan bersih sebesar 8,2 miliar Dolar AS atau sekitar Rp148 triliun sepanjang Januari–September 2026. Pada periode yang sama, perseroan mencatatkan EBITDA sebesar 981 juta Dolar AS dan laba komprehensif 394,9 juta Dolar AS.

Perseroan mencatatkan margin EBITDA sebesar 12 persen. Dari sisi keuangan, total aset mencapai 14,2 miliar Dolar AS, ekuitas pemegang saham 5 miliar Dolar AS, serta likuiditas sebesar 4,2 miliar Dolar AS per 30 September 2026.

General Manager Komunikasi Korporat Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, mengatakan capaian tersebut mencerminkan transformasi bisnis perseroan dari perusahaan petrokimia dengan satu lokasi operasi menjadi platform regional dengan tiga pilar usaha, yakni Energi dan Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas.

"Kinerja tersebut memperkuat transformasi Chandra Asri dari perusahaan petrokimia dengan satu lokasi operasi menjadi platform regional terdiversifikasi yang mencakup tiga pilar bisnis, yakni Energi dan Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas," kata Chrysanthi dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).

Dari sisi peringkat kredit, PEFINDO meningkatkan prospek peringkat Chandra Asri menjadi Positif dengan tetap mempertahankan peringkat idAA-.

Pada bisnis Energi dan Kimia, perseroan melanjutkan peremajaan aset, peningkatan operasional, dan integrasi bahan bakar penerbangan di Singapura.

Sementara di Indonesia, pembangunan fasilitas soda kaustik dan etilena diklorida (EDC) di Cilegon, Banten, telah mencapai progres 80 persen. Proyek senilai 200 juta Dolar AS yang didukung pendanaan Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA) tersebut ditargetkan beroperasi pada 2027.

Fasilitas itu dirancang memiliki kapasitas produksi soda kaustik 400.000 ton per tahun untuk mendukung substitusi impor. Pembangunannya juga diperkirakan menyerap sekitar 3.250 tenaga kerja selama tahap konstruksi dan operasional.

Di sektor infrastruktur, Chandra Asri menambah dua kapal tanker kimia berkapasitas masing-masing 9.000 ton. Perseroan juga meningkatkan kapasitas pengolahan air Krenceng sebesar 600 liter per detik dan mengembangkan fasilitas penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak.

Selain itu, pembangunan pelabuhan dan fasilitas penyimpanan tambahan telah mencapai progres 80 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Ekspansi juga dilakukan pada bisnis Solusi Mobilitas melalui akuisisi Cycle & Carriage yang rampung pada 15 Oktober 2026. Akuisisi ini memperluas jangkauan bisnis perseroan ke sektor distribusi dan ritel otomotif di Singapura dan Malaysia.

Cycle & Carriage memiliki pengalaman lebih dari 125 tahun serta kemitraan jangka panjang dengan Mercedes-Benz. Bisnisnya mencakup penjualan kendaraan konvensional, hybrid, hingga listrik.

Akuisisi tersebut diperkirakan mulai memberikan kontribusi positif terhadap laporan laba rugi perseroan pada kuartal IV-2026. Langkah ini juga diproyeksikan meningkatkan pendapatan tahunan grup menjadi 15 miliar Dolar AS.

Di bidang keberlanjutan, Chandra Asri memperoleh peringkat CDP B untuk perubahan iklim dan A- untuk ketahanan air, serta peringkat MSCI BBB. Perseroan juga mencatat skor Risiko Rendah Sustainalytics sebesar 16,4 dan skor keberlanjutan S&P Global sebesar 66, yang menempatkannya dalam 15 persen perusahaan teratas di industri kimia global.

Ke depan, perseroan menargetkan penciptaan lebih dari 1.000 lapangan kerja di Indonesia hingga 2028 melalui ekspansi ketiga pilar bisnis, termasuk pengembangan fasilitas manufaktur kimia di Cilegon. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA