Pameran perdagangan berkelas internasional ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas pasar ekspor sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Dalam sambutannya, Budi menyampaikan bahwa kinerja ekspor Indonesia tetap tumbuh positif di tengah tantangan perdagangan global.
Budi mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai 193,64 miliar dolar AS, meningkat 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 184,89 miliar dolar AS.
“Secara kumulatif, hingga bulan Agustus ini kita mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 7,25 miliar dolar AS,” ujar Budi.
Budi menjelaskan, Kemendag menjalankan tiga fokus program utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta program "Dari Lokal untuk Global".
Melalui pengamanan pasar dalam negeri, pemerintah mendorong produk lokal agar semakin berdaya saing dan mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Sementara itu, perluasan pasar ekspor dilakukan dengan membuka akses ke berbagai negara, salah satunya melalui perjanjian perdagangan.
Budi menyebutkan, hingga saat ini Indonesia telah memiliki 25 perjanjian dagang yang terimplementasi, sedangkan 13 perjanjian lainnya masih dalam proses perundingan.
“Dalam rangka memperluas pasar tujuan ekspor dan selaras dengan arahan Bapak Presiden, kami terus melakukan perundingan dengan berbagai negara dan kawasan,” kata Budi.
Selain memperluas akses pasar, Kemendag juga mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional.
Salah satu upaya yang dilakukan Budi yakni melalui fasilitas
business matching antara pelaku usaha Indonesia dan calon pembeli luar negeri, dengan dukungan 46 kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan di 33 negara.
Selain itu, Budi memastikan pemerintah juga memfasilitasi produk unggulan desa untuk memasuki pasar ekspor, memperkuat kemitraan UMKM dengan pasar domestik, serta mengembangkan program Campus Preneur, guna mendorong mahasiswa menjadi wirausaha, termasuk eksportir.
“Hingga saat ini, kami sudah menjalin kerja sama dengan 25 perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” tambah Budi.
Dalam pembukaan TEI 2026 ini turut hadir Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mewakili Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan sambutan.
Selain itu, hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji; Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Transmigrasi, Yandri Susanto; serta Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri.
Kemudian hadir 16.885
buyer yang sekitar 8.092 di antaranya berasal dari 134 negara di dunia.
BERITA TERKAIT: