Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI) Bambang Soesatyo menegaskan, besarnya potensi pasar domestik harus diubah menjadi kekuatan industri nasional.
"Indonesia memiliki modal yang luar biasa besar untuk mengembangkan kendaraan listrik. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan industri nasional," ujar sosok yang akrab disapa Bamsoet ini di Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026.
Menurutnya, penguatan industri kendaraan listrik juga harus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri. Dengan begitu, pertumbuhan produksi tidak sekadar meningkatkan penjualan, tetapi turut membangun kemandirian industri.
Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) ini juga menyoroti rencana pemerintah memberikan insentif kepada perusahaan Indonesia yang mampu memproduksi satu juta sepeda motor listrik di dalam negeri. Kebijakan tersebut harus diarahkan untuk memperkuat kapasitas manufaktur dan rantai pasok nasional.
"Insentif harus tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian. Kita membutuhkan industri yang mampu menghasilkan produk berkualitas dengan harga kompetitif, memperluas lapangan kerja, dan mengembangkan teknologi sendiri," tegasnya.
Ia mengingatkan, peningkatan produksi harus diiringi penguatan industri komponen domestik agar tidak mempertahankan ketergantungan terhadap impor.
"Jangan sampai produksi meningkat, tetapi ketergantungan terhadap komponen impor tetap tinggi," pungkas Bamsoet.
BERITA TERKAIT: