Kebangkitan ini didorong oleh harapan meredanya konflik di Timur Tengah. Namun, di tengah sentimen positif tersebut, sektor telekomunikasi justru mengalami koreksi tajam akibat gebrakan baru dari perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX.
Indeks acuan pasar saham Eropa, STOXX 600, menguat 1 persen, sekaligus menghapus kerugian kumulatif selama sepekan. Sehari sebelumnya, indeks ini sempat menyentuh level terendah dalam hampir empat bulan akibat lonjakan harga minyak dan imbal hasil obligasi yang sempat membuat investor menghindari aset berisiko.
Seluruh bursa utama Eropa kompak menghijau. Indeks DAX Jerman memimpin penguatan dengan kenaikan 1,13 persen, disusul Indeks FTSE Inggris yang menguat 1,06 persen, dan Indeks CAC Prancis yang menanjak 0,95 persen.
Harga minyak mentah turun sebesar lebih dari 1 persen. Penurunan terjadi setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengonfirmasi bahwa negaranya tidak akan menyerang Iran menjelang pemilihan paruh waktu bulan depan.Komentar tersebut memberikan angin segar bagi para investor yang sebelumnya cemas bahwa lonjakan harga energi akan memicu gelombang inflasi baru dan memaksa bank sentral memperketat kebijakan moneter secara agresif.
Dari sektor perdagangan internasional, Uni Eropa (UE) dan China mencapai kesepakatan penting. Kedua belah pihak sepakat untuk memangkas setengah dari volume ekspor kendaraan hibrida dan plug-in hybrid asal China ke kawasan UE. Sebagai imbalannya, UE mendapatkan akses yang lebih luas ke pasar China serta kemudahan perizinan ekspor logam tanah jarang dari negeri tirai bambu tersebut, seperti disampaikan oleh Komisioner Perdagangan Eropa, Maros Sefcovic.
Kabar baik ini disambut antusias oleh bursa regional, di mana saham-saham otomotif Eropa langsung melonjak 1,5 persen dan mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam kurun waktu tiga pekan terakhir.
Kendati sebagian besar sektor di bawah payung STOXX 600 berakhir di zona positif, sektor telekomunikasi justru terpuruk dengan anjlok 2,9 persen ke level terendah dalam delapan bulan.
Penyebab utamanya adalah langkah agresif SpaceX yang sukses mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi portofolio spektrum pita rendah nasional di AS.
Deutsche Telekom menjadi yang paling terdampak dengan kejatuhan saham hingga 7,9 persen, penurunan harian terbesar dalam tiga tahun terakhir. Tekanan kian berat mengingat Deutsche Telekom memiliki kepemilikan 54 persen saham di T-Mobile US, yang nilai sahamnya ikut merosot 12 persen dalam perdagangan sore di AS.
Vodafone asal Inggris dan Telefonica asal Spanyol juga tertekan, masing-masing merosot lebih dari 4,5 persen, sementara Orange Prancis melemah 2,5 persen.
Pelaku pasar kini mengalihkan fokus mereka pada musim laporan keuangan kuartal ketiga untuk mengukur ketahanan kinerja korporasi di tengah lingkungan suku bunga dan inflasi yang tinggi.
Berdasarkan data LSEG, para analis memperkirakan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam indeks STOXX 600 mampu membukukan pertumbuhan laba kuartal ketiga sebesar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan sektor energi dan bahan baku diproyeksikan sebagai motor penggerak utama.
BERITA TERKAIT: