Pantauan RMOL, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) disebutkan bahwa transaksi tersebut dilakukan melalui anak usaha BIKE, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE).
Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan kegiatan usaha sekaligus memperluas portofolio di sektor energi.
Direktur I BIKE, Muhamad Kuswandi, menyampaikan bahwa BUM memiliki area tambang sekitar 500 hektare di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Dari total area tersebut, sekitar 400 hektare telah dieksplorasi dengan cadangan terbukti batu bara mencapai sekitar 22 juta metrik ton.
Manajemen BIKE menargetkan produksi batu bara dari tambang tersebut berkisar 1,5 juta hingga 2,5 juta metrik ton per tahun. Target ini menjadi bagian dari rencana pengembangan usaha setelah akuisisi.
"Manajemen menargetkan produksi sekitar 1,5 -2,5 juta metrik ton per tahun. Akuisisi ini disebut menjadi bagian dari strategi transformasi dan diversifikasi usaha BIKE di sektor energi," tulis manajemen BIKE, dikutip Jumat 9 Oktober 2026.
BIKE menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait seiring kemajuan proyek. Penyampaian informasi tersebut akan mengikuti ketentuan keterbukaan informasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi perusahaan tercatat.
BERITA TERKAIT: