Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Ali Kalora Meninggal Saat Dilumpuhkan, Senjata Laras Panjang dan Bom Jadi Barang Bukti

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/jamaludin-akmal-1'>JAMALUDIN AKMAL</a>
LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Minggu, 19 September 2021, 11:47 WIB
Ali Kalora Meninggal Saat Dilumpuhkan, Senjata Laras Panjang dan Bom Jadi Barang Bukti
Jumpa pers operasi gabungan yang menewaskan Ali Kalora/Net
rmol news logo Pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Ali Ahmad alias Ali Kalora dipastikan meninggal dunia  dalam kontak senjata di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Hal itu dipastikan oleh Kepala Penanggung Jawab Kendali Operasi Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya, Irjen Pol Rudy Sufaryadi yang juga merupakan Kapolda Sulteng saat konferensi pers membeberkan barang bukti yang telah diamankan di Polres Parigi Moutong, Minggu (19/9).

Irjen Rudy menjelaskan bahwa saat operasi gabungan Polri-TNI terjadi kontak tembakan yang mengakibatkan Ali Kalora dan anggota MIT lainnya, yaitu Jaka Ramadhan alias Ikrima meninggal dunia.

"Bagaimana kemudian dua orang ini berhasil dilumpuhkan," ujar Irjen Rudy.

Kedua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme ini telah dibawa ke RS Polri Palu.

"Sudah ada di RS Polri Palu," kata Irjen Rudy.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua DPO tersebut di antaranya, sepucuk senjata laras panjang M16, satu buah bom tarik, satu bom bakar dan sejumlah perlengkapan lapangan. rmol news logo article

ARTIKEL LAINNYA