Tafakur Bagi Gus Dur

Rabu, 30 Desember 2020, 09:57 WIB Oleh: Adhie M. Massardi

Gus Dur/Repro

PADA Rabu terakhir tahun yang penuh ragu
Aku mendengar kabar dingin angin
lalu orang-orang menyebut namamu
Dalam nyanyian yang penuh ketidakmungkinan

Tapi pada Kamis terakhir tahun yang penuh tangis
Seribu Malaikat berdzikir mengiringi langkahmu
Seribu Bidadari mengikatkan selendangnya pada teralis
Dan aku hanya bisa menggumam "O, Guruku..."

Kebijakanmu adalah cermin kebajikanmu
Kebesaranmu adalah cermin kesabaranmu
Bahkan ketika angin tak lagi membawa pesan penyair
Kau tetap lebih suka menyapa orang-orang tersingkir

Bunga mekar di taman
Bunga gugur di taman
Engkau duduk di singgasana
Engkau pergi dari sana
"O, alangkah lekasnya waktu!"

Tapi engkau pergi
setelah meninggalkan api kecil di hati kami
yang tak akan pernah bisa mati

Dan kami akan terus melangkah
Mengikuti jejakmu
Agar Tanah dan Air kami
penuh berkah.
Adhie M Massardi
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Tafakur Bagi Gus Dur
Rumah Kaca

Tafakur Bagi Gus Dur

30 Desember 2020 09:57
Selamat Natal Ayahku
Rumah Kaca

Selamat Natal Ayahku

24 Desember 2020 10:11
Sajak Tukang Obat
Rumah Kaca

Sajak Tukang Obat

16 November 2020 20:30
Ajari Aku Cinta, Ya Rasul
Rumah Kaca

Ajari Aku Cinta, Ya Rasul

29 Oktober 2020 14:39
Sumpah Pemuda, Sumpahnya Para Pemuda
Rumah Kaca

Sumpah Pemuda, Sumpahnya Par..

28 Oktober 2020 15:49
Berhentilah Memborgol Teman-teman Saya
Rumah Kaca

Berhentilah Memborgol Teman-..

23 Oktober 2020 13:22
Malam Jahanam
Rumah Kaca

Malam Jahanam

08 Oktober 2020 14:44
Puisi: Untukmu, Cipluk
Rumah Kaca

Puisi: Untukmu, Cipluk

13 September 2020 22:24