Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Soal Ahmad Yani, Penyidik Masih Godok Konstruksi Hukum

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono/Ist

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, saat ini tim penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) tengah menggodok konstruksi hukum terhadap Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani.

Pada Senin 19 Oktober 2020 tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mendatangi Ahmad Yani di kantornya. Malam itu, penyidik ingin meminta Ahmad Yani ikut ke Barekrim guna diperiksa terkait Anton Permana yang telah ditetapkan tersangka dan ditahan atas kasus ujaran kebencian.

Namun saat itu Yani menolak. Lalu pada Jumat 23 Oktober 2020, tim Siber Bareskrim kembali melakukan panggilan terhadap mantan politikus PPP itu, akan tetapi Yani merasa belum menerima surat pemanggilan.  

"Dari penyidik ada penundaan karena penyidik masih konsentrasi dengan konstruksi hukumnya," kata Awi kepada wartawan, Senin (26/10).

Awi menambahkan, pemanggilan terhadap Ahmad Yani tergantung penyidik, apabila memang masih dibutuhkan sebagai saksi atau tidak maka tetap dilayangkan surat pemanggilan. 

"Tentunya peluangnya (dipanggil kembali) nanti tergantung penyidik, dibutuhkan atau tidak sebagai saksi," tandas Awi.

Sebelumnya, Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani didatangi sejumlah personel Bareskrim Polri saat tengah melakukan rapat Masyumi Reborn di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Senin malam (19/10).

Dari informasi salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Masri Sitanggang ada sekitar 10 polisi yang masuk kantor dan beberapa polisi lainnya menunggu di luar. Mereka meminta Ahmad Yani ikut ke Bareskrim Polri guna dimintai keterangan atas tuduhan video Anton Permana.

"Karena petugas tidak bisa menjawab, akhirnya Ahmad Yani meminta agar ketua tim penangkapan tersebut untuk memberikan penjelasan. Kemudian seorang AKBP sebagai ketua tim itu menunjukkan youtube yang dibuat oleh Saudara Anton Permana, yang menurut keterangan Anton Permana, narasi tersebut dibuat oleh Bang Yani. Padahal diketahui bahwa pernyataan tersebut merupakan sikap resmi KAMI, yang ditanda tanggani dan disebarkan secara luas," kata Masri dalam keteranganya



EDITOR: IDHAM ANHARI

Artikel Lainnya

Polisi Duga Kelompok MIT Bunuh Warga Tak Berdosa Karena Bekal Makanan Habis

Polisi Duga Kelompok MIT Bunuh..

Rabu, 02 Desember 2020
Polisi Lakukan Penyelidikan Peristiwa Massa Geruduk Rumah Ibunda Mahfud MD Di Madura

Polisi Lakukan Penyelidikan Pe..

Rabu, 02 Desember 2020
Polri: Benny Wenda Cuma Provokasi, Papua Seluruhnya Kondusif Dan Masih Sah Di Bawah NKRI

Polri: Benny Wenda Cuma Provok..

Rabu, 02 Desember 2020
Kapolri Tekankan Para Pati Dan Kombes Di Luar Stuktur Jadi Pelopor Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Kapolri Tekankan Para Pati Dan..

Rabu, 02 Desember 2020
Diback Up TNI Dan Tim Terbaik Polri, Kapolda Sulteng Berkantor Di Poso Buru Kelompok MIT

Diback Up TNI Dan Tim Terbaik ..

Rabu, 02 Desember 2020
Ini Tampang 11 Anggota MIT Pimpinan Ali Kalora Yang Diburu

Ini Tampang 11 Anggota MIT Pim..

Selasa, 01 Desember 2020
Polisi Bakal Bubarkan Reuni 212 Jika Nekat Digelar

Polisi Bakal Bubarkan Reuni 21..

Selasa, 01 Desember 2020
Dikabarkan Covid-19, Kapolri Sehat Lagi Olahraga Badminton

Dikabarkan Covid-19, Kapolri S..

Selasa, 01 Desember 2020
Kepolisian Negara Republik Indonesia