Puisi: Untukmu, Cipluk

Minggu, 13 September 2020, 22:24 WIB

Capt. Indah Juliani/Net

KESEHARIANMU menembus awan
Kapas putih bergumpal cemerlang kau belah
Langit biru merasuk di kalbu
Sembari jemarimu menembus tombol
Di ruang depan burung besi raksasa
membawa  ratusan nyawa manusia

Tanggung jawab melebar
hingga tulang rusuk
Kau lalui
hitungan menit dengan seksama

Cipluk,
Betapa dahaganya kaum perempuan
Mencemati profesi langkamu
yang gemilang
Sopir di tengah udara
puluhan ribu kaki
dari lautan
Perkasa…

Indah tak bergeser pada was was kematian

Namun kini…
Kau tak berdaya menembus kuasa Ilahi
Tercerabut dari dunia
di bawah sana
Kau ditarik,
Dituntun ke atas langit luas
Tempat mu sehari2 mengudara

Kini kau bersama awan kembali
Membelah ketinggian langit
di atas lautan membentang
Kembali ke pelukan Tuhan
Tanpa membawa ratusan manusia…
Kau antar nyawamu sendiri, Cipluk

Sembari menatap burung besimu jauh di hanggar
Yang tak lagi kau kendarai dengan leluasa…

Linda Djalil
Puisi ini ditulis untuk mengenang Capt. Indah Juliani yang oleh kawan-kawan dekatnya disapa Cipluk. Pilot wanita pertama di Indonesia itu meninggal dunia akibat terinveksi Covid-19, Sabtu (12/9). Linda Djalil menulis puisi ini untuk mengenang salah seorang temannya itu.

Komentar


Sebelumnya

Markobar

Berikutnya

Di Manakah Dirimu?

Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet

Selasa, 13 April 2021
Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021

Artikel Lainnya

Markobar
Rumah Kaca

Markobar

18 Maret 2021 13:27
Di Manakah Dirimu?
Rumah Kaca

Di Manakah Dirimu?

06 Maret 2021 10:31
Tafakur Bagi Gus Dur
Rumah Kaca

Tafakur Bagi Gus Dur

30 Desember 2020 09:57
Selamat Natal Ayahku
Rumah Kaca

Selamat Natal Ayahku

24 Desember 2020 10:11
Sajak Tukang Obat
Rumah Kaca

Sajak Tukang Obat

16 November 2020 20:30
Ajari Aku Cinta, Ya Rasul
Rumah Kaca

Ajari Aku Cinta, Ya Rasul

29 Oktober 2020 14:39
Sumpah Pemuda, Sumpahnya Para Pemuda
Rumah Kaca

Sumpah Pemuda, Sumpahnya Par..

28 Oktober 2020 15:49
Berhentilah Memborgol Teman-teman Saya
Rumah Kaca

Berhentilah Memborgol Teman-..

23 Oktober 2020 13:22