Sajak Penyelenggara Pilih Kadal

Minggu, 28 Juni 2020, 22:54 WIB

Ilustrasi

ADA kukenal, kawannya kawanku, sodaranya sodara dari sodara jauhku.

Kehidupannya sekarang hebat betul. Hijrah dari yang biasa-biasa saja, menuju ke gegap-gempita.

Dulu, dia itu ramah sekali. Tiap ketemu kami cipika-cipiki. Tak terlupa, sebungkus rokok digotong bersama. Seplastik dia, seplastik aku. Usah malu, memang begitu. Kopi? Join!

Itu dulu.

Sekarang dia alergi kalau makan bakso emperan. Kalau lagi mau bakso, dia import dari Skandinavia. Barang sini, nggak kelas dia lagi, kata dia.

Jangan sekali-sekali tawarkan dia nasi. Makan nasi itu sebangsa badokan kelas kebanyakan. Yang ada di pucuk elite, makannya bancakan anggaran. Nasi itu kelas curut. Cuman pantas buat yang bau comberan. Malu sama dasi, sama safari.

Dia sekarang sering muncul di tipi. Akun instagramnya punya followers banyak. Ada seribu tiga ratus dua puluh tujuh. Hasil bayar, cari pengikut pakai robot, pengikutnya juga robot. Tiap posting dapat love minimal lima. Di profilnya dia ngaku selebgram.

Kalau ngobrol dengan jelata, dagunya macam keseleo. Macam Mbah Togog. Kalau ngobrol dengan yang pakai jengkol, lidahnya menetes-netes. Petahana itu semacam anjungan tunai mandiri. Dipencet, keluar duit.

Kalau dulu dia kere. Sekarang duitnya banyak, kawannya hebat-hebat, selingkuhannya cantik-cantik.

Semua gara-gara jadi komisioner. Kacrut!

Puisi karya wartawan asal Lampung, Adolf Ayatullah Indrajaya, ditulis pada Desember 2019 di Gedongmeneng. Puisi ini dibacakan penulisnya pada lomba baca puisi virtual yang diselenggarakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pada 28 Juni 2020, yang mendapatkan rekor MURI sebagai lomba baca puisi virtual pertama yang diikuti wartawan di dunia. 

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Sajak Tukang Obat
Rumah Kaca

Sajak Tukang Obat

16 November 2020 20:30
Ajari Aku Cinta, Ya Rasul
Rumah Kaca

Ajari Aku Cinta, Ya Rasul

29 Oktober 2020 14:39
Sumpah Pemuda, Sumpahnya Para Pemuda
Rumah Kaca

Sumpah Pemuda, Sumpahnya Par..

28 Oktober 2020 15:49
Berhentilah Memborgol Teman-teman Saya
Rumah Kaca

Berhentilah Memborgol Teman-..

23 Oktober 2020 13:22
Malam Jahanam
Rumah Kaca

Malam Jahanam

08 Oktober 2020 14:44
Puisi: Untukmu, Cipluk
Rumah Kaca

Puisi: Untukmu, Cipluk

13 September 2020 22:24
Puisi Kemerdekaan
Rumah Kaca

Puisi Kemerdekaan

17 Agustus 2020 10:32
Via Vallen, Jangan Bikin Cintaku Terkiwir-Kiwir
Rumah Kaca

Via Vallen, Jangan Bikin Cin..

04 Juli 2020 20:14