PUISI HATTA TALIWANG

Putra-putri Bambu Runcing

Senin, 11 Mei 2020, 21:39 WIB
HARI ini ku kibarkan lambang kemenanganmu
Untuk kesekian kalinya aku tengadah mengagumimu
Dan tunduk mengenang kepatriotanmu

Putra putra bambu runcing
Dua puluh delapan tahun yg silam
Dentuman meriam menggetarkan semangatmu
Ibu Pertiwi merintih memohon pengorbananmu

Kau tiada mengeluh kau runcingkan bambu
Kau berangkat ketengah medan perjuangan
Kau tinggalkan anak isteri
Untuk Ibu Pertiwi
Semuanya dengan keihlasan

Darah darah yg menetes ditengah lembah
Mengalir ke lautan
Menggugah semangat setiap putra putra revolusi

Semboyan yang dengungkan
Dalam syair nyanyian revolusi :Merdeka atau Mati
Kau buktikan dengan ksatria

Mayat mayatmu terkapar
Mencium persada
Oleh peluru kezaliman
Adalah rabuk kejayaan bangsa

Putra putra bambu runcing
Kau telah menyelamatkan Tanah Airmu
Dari gerogotan kaum kaum rakus
Kau persembahkan pada pangkuan Ibu
Pertiwi: Kemenangan, Kemerdekaan!

Jiwamu adalah magma revolusi
Yang meletuskan lahar lahar kepahlawanan
Keringat yg kau cucurkan tiada mengharap balasan
Betapa tulus hatimu Pahlawan

Pahlawan
hari ini kuratapi nisanmu
Kutangisi tulang tulang berserakan
Kutaburkan bunga suci

Hari ini kembali kutatap goresan darah pada tugumu
Aku mengagumi keberanianmu
Kepahlawananmu yg telah mengharumkan nama bangsa

Mataram, 15 Oktober 1973

Puisi ini dipersembahkan Hatta Taliwang, aktivis mahasiswa 1977/78 untuk Hari Pahlawan 2012 dan dimuat di media ini. Puisi ini dimuat kembali sebagai tanda duka atas kepergian mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso
menghadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Sajak Tukang Obat
Rumah Kaca

Sajak Tukang Obat

16 November 2020 20:30
Ajari Aku Cinta, Ya Rasul
Rumah Kaca

Ajari Aku Cinta, Ya Rasul

29 Oktober 2020 14:39
Sumpah Pemuda, Sumpahnya Para Pemuda
Rumah Kaca

Sumpah Pemuda, Sumpahnya Par..

28 Oktober 2020 15:49
Berhentilah Memborgol Teman-teman Saya
Rumah Kaca

Berhentilah Memborgol Teman-..

23 Oktober 2020 13:22
Malam Jahanam
Rumah Kaca

Malam Jahanam

08 Oktober 2020 14:44
Puisi: Untukmu, Cipluk
Rumah Kaca

Puisi: Untukmu, Cipluk

13 September 2020 22:24
Puisi Kemerdekaan
Rumah Kaca

Puisi Kemerdekaan

17 Agustus 2020 10:32
Via Vallen, Jangan Bikin Cintaku Terkiwir-Kiwir
Rumah Kaca

Via Vallen, Jangan Bikin Cin..

04 Juli 2020 20:14