Farah.ID
Farah.ID

Pemulung Tua dan Istrinya

Kamis, 23 April 2020, 10:10 WIB
Pemulung Tua dan Istrinya
Ilustrasi
Parjo tidak berdaya
tubuh istrinya semakin panas juga meronta.
uang telah habis tadi malam beli obat dan dua bungkus mie instan
kardus menumpuk di gerobak, belum terjualkan

Pemulung tua itu mengambil golok dari dinding gubuknya
"Jika kematian pasti datang mengapa tidak dipercepat saja," bisik hatinya. Parjo menggigil, panas juga membakar tubuhnya sejak dua hari lalu.

Istrinya meronta keras
setelah itu diam
Kematian datang lebih cepat sebelum golok diayunkan

Parjo berteriak keras
tapi siapa yang peduli
Jalan bawah jembatan itu sepi, satu dua orang bergegas dengan masker, seperti perampok
dalam film yang pernah ditontonnya
semasa muda

Tapi golok masih di tangannya

Lelaki tua itu pernah dengar
korona dari teman-temannya
tapi tidak ada yang tahu itu apa
kecuali panas dan batuk. Itu biasa

Parjo dengan goloknya
mendekati istrinya yang kaku
Dia rebahkan dirinya
Panas membakar tubuhnya
Parjo menggigil dan meronta
Dia memejamkan mata
mendengar angin yang mendesir
semakin jauh. Golok yang diipegangnya
pelan-pelan lepas dari tanganya.
Parjo melayang, jauh

Kematian menyergap mereka
dalam sepi, kemiskinan,
dan tidak ada yang mau disalahkan
Seperti daun jatuh
ditiup angin dan menepi.
Siapa peduli...

Jakarta, 23 April 2020

Asro Kamal Rokan
Wartawan senior

ARTIKEL LAINNYA