Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Rusuh Wamena, Polisi Tersangkakan Tujuh Orang

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Asep Adi Saputra/RMOL

Jajaran Polda Papua resmi menetapkan dua tersangka lagi dalam kerusuhan yang terjadi di Wamena, Jayawijaya, Papua. Sehingga saat ini total sudah ada tujuh orang yang dijadikan sebagai tersangka.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menyampaikan, jajarannya terus melakukan pengembangan terhadap kasus kerusuhan tersebut lantaran kuat dugaan para tersangka merupakan kelompok Komite Nasional Pembebasan Papua Barat (KNPB) dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"7 tersangka yang diduga sebagai pelaku kerusuhan sudah ditetapkan proses pengamanan dan terus dikembangkan," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/10).

Asep menuturkan, konsentrasi aparat TNI-Polri saat ini selain penegakan hukum, juga sedang melakukan pemulihan di wilayah tersebut.

"Upaya yang dilakukan secara sinergi Polri-TNI sampai hari ini kami melakukan upaya pemulihan keamanan, sekaligus upaya penegakan hukum terhadap orang-orang yang terlibat," ujar Asep.

Sebelumnya, polisi menetapkan lima orang tersangka dalam kasus tersebut. Namun, kelima pelaku itu bukan merupakan warga asli Wamena.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebut United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) adalah dalang dibalik gejolak di Wamena, Jayawijaya.

"Dugaan dalang kerusuhan di Jayapura itu lebih kompleks. Untuk di Jayapura ada ULMWP yang berkomunikasi dengan KNPB. Nah KNPB memanfaatkan AMP. AMP ini AMP yang exodus, yang melakukan tindakan serang kepada aparat," kata Dedi kepada wartawan, Selasa (24/9) lalu.

Artikel Lainnya

Kepolisian Negara Republik Indonesia