Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Hadiri Aseanapol Di Vietnam, Ini Yang Dibahas Jenderal Tito

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat hadiri Aseanapol/Ist

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri Asean National Police (Aseanapol) ke-39 yang digelar selama lima hari di Hanoi, Vietnam.

Konferensi yang dihadiri oleh 27 delegasi dari 10 negara anggota Aseanpol itu membahas hal-hal strategis. Dalam sesi pertama diskusi lebih dulu membahas Brunei sebagai Chairman of 38th Aseanapol Conference dan penetapan Vietnam sebagai Chairman of 39th Aseana Conference.

Sementara, dalam sesi kedua antara lain akan membahas tentang Plans of Action masing-masing Chairman Working Group serta pembahasan dan  penetapan Joint Communique ke-39.

Disisi lain, berkumpulnya para petinggi Kepolisian dari berbagai negara ini bertujuan untuk membahas isu-isu internasional diantaranya penanggulangan kejahatan terorisme, perdagangan orang, peredaran gelap narkoba, perdagangan satwa dilindungi (wildlife crime), penyelundupan senpi yang dibahas oleh Komisi A yang  diketuai oleh Wakadensus 88 Anti Teror Mabes Polri Brigjen Pol Martinus Hukom dengan lima personel.

Sementara Komisi B, membahas mengenai penanggulangan kejahatan kelautan, maritim, ekonomi, perbankan dam siber. Selain itu, pemalsuan dokumen perjalanan dan penipuan lintas negara atau transnational fraud. Delegasi Polri dalam Komisi B ini dipimpin Dirpolair Korpolairud Baharkam  Polri Brigjen Lotharia Latief bersama enam personel.

Terakhir, Komisi C membahas pengelolaan electronic Aseanapol Database system 2.0 (e-ADS 2.0), bantuan hukum timbal balik atau mutual legal assistance, kerja sama diklat, dan jaringan forensic Aseanapol yang dipimpin oleh Wakalemdiklat Polri Irjen Boy Rafli Amar bersama empat personel.

Untuk pembahasan pimpinan kepolisian dari berbagai negara dengan mitra dibahas berbagai isu kerja sama keamanan yang diangkat oleh masing-masing delegasi.

Pada hari akhir konferensi atau acara penutupan nanti diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan dalam menangani kejahatan antarnegara. Misalnya kasus trans-national crime tidak bisa ditangani sendiri sehingga perlu kerjasama dalam penyelesaian kasus sehingga penanganan kasus menjadi lebih efektif dan tentunya meningkatkan keamanan.

Artikel Lainnya

13 Anggota Sat Reskrim Dapat Penghargaan Kapolres Tegal

13 Anggota Sat Reskrim Dapat P..

Selasa, 11 Agustus 2020
Gelar Perkara Penentuan Tersangka Penghapus Red Notice Djoko Tjandra Dilakukan Pekan Ini

Gelar Perkara Penentuan Tersan..

Selasa, 11 Agustus 2020
Duh, Tersangka Suket Palsu Covid-19 Ternyata Reaktif Corona

Duh, Tersangka Suket Palsu Cov..

Selasa, 11 Agustus 2020
Seorang Istri Laporkan Suami Usai Rebutan HP

Seorang Istri Laporkan Suami U..

Selasa, 11 Agustus 2020
Bareskrim Siber Tangkap Napi Yang Mencatut Nama Menlu Dan Para Kedubes

Bareskrim Siber Tangkap Napi Y..

Senin, 10 Agustus 2020
Polri Siap Hadapi Gugatan Prapreadilan Anita Kolopaking

Polri Siap Hadapi Gugatan Prap..

Senin, 10 Agustus 2020
Kamis Besok, Polisi Bakal Kembali Periksa Brigjen Prasetijo Utomo Terkait Surat Palsu

Kamis Besok, Polisi Bakal Kemb..

Senin, 10 Agustus 2020
Polisi Tangkap 2 Pelaku Pengeroyokan Habib Umar Assegaf Di Surakarta

Polisi Tangkap 2 Pelaku Penger..

Senin, 10 Agustus 2020
Kepolisian Negara Republik Indonesia