Journey To Pesantren

Minggu, 23 Juni 2019, 08:59 WIB
RIBUAN hari kita tak akan bertemu, demi menuntut ilmu dan memantaskan dirimu,
maka kisah dan benda benda apapun yang ada untuk mengingat dan melekatkan pada namamu mulai kucari dan kupegang

Akupun kinimulai merasakan tusukan jarum rindu.

Senyummu, celotehmu, tawamu yang entah mengapa kini bagiku terasa begitu segar dan hangat, bagai menanti sinar mentari pagi hari.

Namun perlu kau ketahui
aku tak pernah mengijinkan diriku meskipun sesaat hanya untuk membayangkan ruang hati ini tanpamu.

Aku peringatkan diriku dan menguatkan hati untuk melepasmu,
karena kuyakin bahwa kau akan memindahkan senyum dan tawamu ke tempat yang berbeda, di sebuah tempat permukiman nun jauh di bukit hamparan-Nya.

Biarkan kehangatanmu jadi sebar terhimpun memantul jadi milik mereka, dan aku akan kepercikan mencicipi pantulannya sesekali saat persuaan kita.

Kehilangan, senyap aku pun jadi hampa akan tawa celoteh canda ceriamu, merenggut ramai jadi hening ruang hariku,

Namun demi masa depan dan pertemuan dengan-Nya,
maka rindu bukan siksa tapi rindu cinta tanpa dekap raga.

Kulepas kau busur panahku
Selamat atas diperjalankan dirimu
Akupun luluh melepas rasa tega di hati dan kutunggu kembalimu dengan senyum bangga keberhasilanmu maka kucatatkan di sini


Azmi Syahputra

EDITOR:
Tag:

Kolom Komentar


Video

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja

Sabtu, 21 September 2019
Video

Golkar Perlu Proyeksikan Politik Urban di 2024

Minggu, 22 September 2019
Video

Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

Minggu, 22 September 2019