Banyuwangi Gelar Festival Perahu Layar Di Selat Bali

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 30 November 2016, 17:46 WIB
Banyuwangi Gelar Festival Perahu Layar Di Selat Bali
Foto/Humas Pemkab Banyuwangi
rmol news logo Memiliki garis pantai terpanjang di Pulau Jawa, Banyuwangi memiliki beberapa festival yang mengangkat tradisi maritim masyarakatnya. Kali ini Banyuwangi menggelar Festival Perahu Layar yang diikuti puluhan perahu nelayan yang berlangsung di Selat Bali, tepatnya Pantai Waru Doyong, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Rabu (30/11).

Puluhan perahu nelayan dengan layar terkembang saling beradu cepat di laut selat Bali. Arus air dan tiupan angin menjadi penunjuk arah andalan nelayan untuk menentukan laju perahu. Terik panas tak menyurutkan mereka untuk mendayung perahu hingga menjadi yang tercepat.

Ketua Nelayan Bulusan Sujarno mengatakan, Lomba Perahu Layar menjadi salah satu even yang diselenggarakan rutin setiap tahun oleh para nelayan setempat. Kegiatan yang pertama kalinya masuk agenda Banyuwangi Festival ini merupakan bagian dari Tradisi Petik Laut Rabo Pungkasan warga Desa Bulusan.

"Tradisi ini setiap tahun dilaksanakan pada hari Rabo akhir dibulan Shafar. Rabo pungkasan ini diyakini sebagai hari turunnya 320 bala atau bencana karena itu dilakukan petik laut untuk mengungkapkan rasa syukur pada Allah SWT dan memohon agar di hari-hari berikutnya hasil laut dan bumi masih dapat dinikmati serta terhindar dari segala macam bala bencana," beber Sujarno.

Pada ritual petik laut tersebut, warga juga melakukan larung sesaji hasil bumi. Kemudian setelahnya dilanjutkan dengan Lomba Perahu Layar. Lomba ini mulai dijadikan bagian dari tradisi pada tahun 2000. Untuk kali ini, Pesertanya sebanyak 70 orang yang merupakan nelayan pancing Banyuwangi dan Bali yang sama-sama mencari ikan di selat Bali.

"Even Lomba Perahu Layar ini sebagai cara untuk mempererat tali persaudaran di antara sesama nelayan," ujar Sujarno.

Pada lomba ini ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh nelayan untuk menjadi peserta. Yakni perahu yang digunakan tanpa mesin, hanya menggunakan layar dengan ketinggian layar 7,3 meter. Lomba dimulai dari Pantai Waru Doyong hingga mencapai Pantai Gilimanuk lalu kembali lagi menuju Pantai Waru Doyong.

"Jarak tempuhnya kira-kira 8 mil. Siapa yang paling cepat sampai kembali di Pantai Waru Doyong dia yang akan jadi pemenangnya dan berhak atas piala bergilir dan hadiah uang tunai," cetus Sujarno. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA