Tepatnya, di kilometer 54 jalan lintas Kota Bengkulu - Kabupaten Kepahiang, sekira 10 meter dari jalan raya.
Namun, kali ini, bunga cantik yang dilaporkan mekar sejak Kamis (7/7) itu, berkelopak enam.
"Berdasarkan pengamatan kami selama ini, memang ada yang memiliki kelopak enam. Tapi, sangat jarang terjadi," ujar Koordinator Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu Sofian Ramadhan, saat dikonfirmasi, Sabtu (9/7).
Berdasarkan laporan dari penjaga lokasi mekarnya bunga, kata Sofian, bunga Rafflesia itu memiliki lima kelopak berukuran besar dan satu ukuran lebih kecil, berdiameter 70 cm.
Jumlah kelopak itu terbilang langka dan unik karena bunga Rafflesia biasanya hanya memiliki empat atau lima kelopak saja.
Untuk dapat menikmati mekarnya flora terbesar di duni itu, Sofian menyarankan untuk datang selama 3-4 hari ke depan.
"Biasanya akan segera layu dalam lima hari ke depan. Lalu, bunga akan membusuk," papar pria yang akrab disapa Sofian Rafflesia itu.
Salah satu netizen, Ery Triana, ikut memposting foto mekarnya Rafflesia berkelopak enam tersebut melalui akun instagramnya @erytriana_iie.
Wanita yang berdomisili Bali itu mengaku lega bisa melihat langsung bunga Rafflesia Arnoldi untuk pertama kalinya.
"Akhirnya dapat juga liat bunga yang jadi ikon Bengkulu ini," ungkap ibu dua anak tersebut.
Saat ini, kelompok masyarakat di bawah pengawasan KPPL rutin memantau perkembangan empat lokasi habitat Rafflesia di wilayah Bengkulu.
Jenis Rafflesia yang teridentifikasi di wilayah Bengkulu meliputi Rafflesia Arnoldii, Rafflesia Hasselti, Rafflesia Bengkuluensis, dan Rafflesia Gadutensis.
[ysa]
BERITA TERKAIT: