Ahok Dipuji Di Launching Buku Ahok Bajingan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 14 Mei 2016, 21:02 WIB
Ahok Dipuji Di <i>Launching</i> Buku Ahok Bajingan
ahok/net
RMOL. Guru Besar Sosiologi Komunikasi, Burhan Bungin menilai sejumlah kasus korupsi yang ada di Indonesia seharusnya masuk ke dalam Guinness book of record atau catatan rekor dunia dengan kategori tercangih dan terhebat.

Menurutnya, sebegitu hebatnya korupsi di Indonesia, sampai-sampai kitab suci menjadi bahan untuk dikorup.

"Ini nggak masuk akal, di kelas saya katakan bahwa reputasi korupsi bangsa ini masuk Guinness book of record, tercangih, terhebat dan sebagainya," ujar dia saat peluncuran buku berjudul Ahok Sang Pemimpin "Bajingan" di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/5).

Lebih lanjut, Burhan menjelaskan, dari data terakhir yang didapatnya, DKI Jakarta adalah kota yang paling korup di Indonesia. Kondisi tersebut membuatnya prihatin, sebab DKI bukan sekedar Ibukota Indonesia, tapi seluruh provinsi di Indonesia. Sehingga apa yang dilakukan di DKI akan dicontoh oleh provinsi lainnya.

Meski demikian, lanjut Burhan, kemunculan pemimpin Jakarta seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, membuat keterpurukan terhadap kondisi di DKI seakan terobati. Menurutnya dengan sikap melawan arus yang selalu dilakukan Ahok, sesorang yang memiliki jabatan akan berpikir dua kali untuk melakukan korupsi.

"Ahok punya keberanian. Banyak yang punya kemampuan kerja keras, tapi dia punya keberanian. Dia berani lawan tempat-tempat buruk di Jakarta, sehingga orang tanya-tanya Ahok ini pake ilmu apa, kok bisa maju terus diterjang banyak isu," ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Pengamat Politik Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen
Indonesia, Lucius Karus menilai kemunculan Joko Widodo dan Baski Tjahaja Purnama di DKI membuka babak baru dan memberikan banyak ispirasi untuk masyarakat umum.

Menurutnya, duet Jokowi-Ahok di DKI telah mendobrak membuka pemikiran masyarakat Jakarta terhadap para wakilnya yang duduk parlemen Kebun Sirih.

"Kompleks DPRD DKI itu tidak jadi gedung atau bangunan yang megah, tapi nggak punya manfaat signifikan untuk DKI. Sejak dua orang muncul, imulai cacah sat persatu masalah yang ada di DKI, yang berawal di DPRD,  semua mata tertuju kepada anggota DPRD," ujarnya. [sam]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA