"Bahwa ini adalah diplomasi total, yang tidak saja hanya terfokus pada diplomasi G to G (Government to Government), tetapi juga melibatkan jaringan-jaringan informal," kata Menlu dalam konperensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Minggu petang (1/5).
Dia menegaskan, sejak awal pemerintah membuka semua komunikasi, semua jaringan, semua opsi, yaitu mengupayakan keselamatan 10 WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf.
"Syukur alhamdulillah bahwa upaya ini sudah berhasil," ujarnya.
Pelepasan sandera dilakukan pada Minggu siang sekitar pukul 12.15 waktu setempat di Pantai Parang, Sulu, Mindano Selatan, Filipina.
Polisi setempat mengidentifikasi para sandera yang merupakan anak buah kapal (ABK) tunda Brahma 12 dan tongkang Anand bernama Peter Tonson, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputria, Bayu Oktavianto, Reynaldi dan Wendi Raknadian.
Mereka diculik kelompok Abu Sayyaf saat berlayar melintasi perairan Tawi-tawi, Filipina Selatan pada 27 Maret lalu.
Sebuah sumber yang dikutip
Inquirer, media berbasis di Filipina mengatakan uang tebusan sebesar 50 juta Peso atau sekitar Rp 15 miliar telah dibayarkan kepada Abu Sayyaf. Dan seharusnya sudah dibebaskan di suatu tempat di antara Jumat dan Sabtu.
[rus]
BERITA TERKAIT: