"Kinerja Pak Selah harus dievaluasi. Sebab, Kemenperin adalah kementerian vital yang jadi motor penggerak ekonomi nasional," kata peneliti Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Berly Martawardaya kepada wartawan, Rabu (13/4).
Pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) ini melanjutkan pemerintahan Joko Widodo telah memberikan banyak kemudahan dan inovasi untuk mendongkrak sektor perekonomian di Tanah Air.
Berbagai insentif kepada pelaku usaha juga sudah diberikan melalui berbagai fasilitas kebijakan. Sebut saja investor diberikan kemudahan dalam mengurus perizinan, Peraturan Pemerintah (PP) No. 142/2015 tentang Kawasan Industri, yang bertujuan mempermudah usaha bisnis dalam membangun industri.
Namun demikian kebijakan-kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk membangun sektor industri dan ekonomi nasional tidak ditangkap dengan cepat oleh Menteri Saleh.
"Padahal di sektor industri kita perlu bergerak cepat. Menperin harus cepat dan jeli. Tapi dalam kenyataanya kan tidak begitu," sambung Berly.
Masih kata Berly, melemahkan ekonomi global bukan alasan bagi Menperin untuk berkelit. Bahkan beberapa negara di dunia bisa meningkatkan pertumbuhan ekonominya di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi. Tentu saja hal tersebut tidak terlepas dari kemampuan para penyelenggara negara tersebut.
Sebaliknya, lanjut dia, kondisi di Indonesia sektor perekonomian semakin muram. Beberapa indikasinya adalah angka kemiskinan yang meningkat, jumlah pengangguran bertambah dan daya beli lemah.
[rus]
BERITA TERKAIT: