Di dalam beberapa daftar perkiraan reshuffle yang sengaja disebarkan, nama Rizal Ramli hilang dari susunan kabinet atau digeser ke tempat lain yang dianggap tidak strategis.
"Rizal Ramli bukan orang yang haus jabatan dan kekuasaan," ujar salah seorang teman dekatnya, Adhie Massardi.
Menurut Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) itu, susunan Kabinet Kerja tergantung sepenuhnya pada Presiden Joko Widodo.
"Kalau orientasi pemerintahan Jokowi adalah rakyat, berpijak pada Konstitusi dan semangat Trisakti serta Nawacita, Rizal Ramli akan tetap ada di kabinet," kata Adhie.
"Kalau memakai istilah Mahfud MD, mantan Menteri Pertahanan era KH Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli itu memiliki ‘zuhud politik’ seperti Gus Dur," sambungnya.
Bagi Rizal Ramli, berpolitik bukan berarti harus mengejar jabatan dan kekuasaan. Bila politik disamakan dengan jabatan dan kekuasaan, maka seorang politisi akan kehilangan arah.
"Rizal Ramli bukan politisi yang ingin memperoleh maupun mempertahankan kekuasaan dengan membabi-buta, apalagi menjilat dan mengorbankan integritas serta kredibilitasnya," demikian Adhie Massardi.
[dem]
BERITA TERKAIT: