Denny JA: Publik Tak Suka Kata Kasar Ahok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 01 April 2016, 07:48 WIB
Denny JA: Publik Tak Suka Kata Kasar Ahok
denny JA/net
rmol news logo Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sampai hari ini, 10 bulan sebelum pemilihan gubernur DKI dilakukan, masih jadi jawara di lantai bursa.

Namun demikian, bukan berarti dia tidak bisa dikalahkan.

Demikian disampaikan polster papan atas dan pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Dalam postingnya barusan di inspirasi.co, menurut Denny, publik suka pada ketegasan Ahok, tapi tak suka dengan kata-kata kasarnya.

Itu menjadi satu dari lima hal yang paling mungkin membuat Ahok terjerembab.

"Lebih dari 40 persen pemilih tak suka karakter Ahok. Mereka suka ketegasan Ahok. Namun pernyataan kasarnya di depan publik tak disukai. Misalnya ketika ia menghardik seorang ibu dengan pernyataan "Ibu Maling" yang beredar luas," tulis Denny JA.

Dia juga mengatakan, 10 bulan merupakan waktu yang cukup untuk perubahan drastis di lantai bursa pilkada Jakarta.

Banyak contoh opini publik berbalik dalam 10 bulan, termasuk ketika Joko Widodo mengalahkan Fauzi Bowo di tahun 2012 lalu. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA