"Sudirman Said, selain tak memahami Nacawita serta tak memahami visi besar Jokowi, juga karena hampir saja menjebak Jokowi," kata Direktur Eksekutif Aufklarung Institut, Dahroni Agung Prasetyo, kepada
Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 28/3).
Dalam kasus Blok Masela contohnya. Menurut Dahroni Agung, terlihat jelas Sudirman, yang memaksakan untuk mengelola melalui kilang laut atau
offshore, jauh dari rencana besar meningkatkan ekonomi di pinggiran Indonesia. Padahal jelas, selain lebih murah, dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar jaur lebih besar bila melalui kilang darat atau
onshore."Untung saja Pak Jokowi bijaksana dan menyerap semua informasi dengan benar. Lebih dari itu, hubungan SS dengan Inpex dan Shell juga harus dibongkar karena ini terkait dengan etika pejabat publik," ungkap Dahroni Agung.
Sebelumnya, sambung Agung, Sudirman Said juga melakukan manuver dengan tiba-tiba membuat surat izin perpanjangan kontrak PT Freeport. Tentu saja hal ini sangat bertentangan dan melanggar UU.
[ysa]
BERITA TERKAIT: