Arkeolog dari Staffordshire University, Kevin Colls, seperti dikutip dari
Reuters, mengatakan, tengkorak Shakespeare tidak ada di tempat semestinya. Mereka juga menemukan tanda-tanda interfensi dalam peristiwa hilangnya tengkorak ini.
Lokasi pemakaman Shakespeare kami temukan dalam keadaan terganggu. Kami mendapatkan cerita yang mengatakan ada orang yang datang dan mengambil tengkorak Shakespere,†ujarnya.
Saya meyakinkan saya bahwa tengkoraknya tidal lagi berada di pemakaman Holy Trinity,†sambung Colls.
Makam Shakespeare memang tidak bernama. Sebagai pengantinya tertulis untaian kalimat yang memuja sekaligus memberikan peringatan kepada siapapun yang memindahkan tulang belulangnya.
Teman yang baik, demi Jesus, dilarang menggali disini. Diberkati siapa yang membiarkan bebatuan ini, dan terkutuklah barang siapa yang memindahkan tulang belulangku,†begitu terjemahan dari tulisan di nisan Shakespeare.
Cerita tentang tengkorak Shakespeare yang hilang sebenarnya bukan hal baru. Cerita ini pertama kali muncur dalam majalah The Argosy pada 1879. Ketika itu peramporan makam menjadi hal yang kerap terjadi.
[dem]
BERITA TERKAIT: