"Farhat Abbas punya kemampuan untuk melawan wapres dan jubirnya. Makanya saya tunjuk beliau biar wapres punya lawan yang seimbang," ujar Adhie kepada wartawan, Jumat (11/3).
Adhie mengatakan Farhat bisa menjadi lawan setimpal JK karena dia pernah menyatakan ingin jadi presiden. Karena itu dia berharap kasus yang akan dilaporkannya menjadi medan latihan bagi Farhat bagaimana meredam tingkah laku Wapres.
"Sehingga bila kelak jadi presiden, dia berani menindak wapresnya yang menyimpang, karena sudah punya pengalaman menghadapi wapres sungguhan," kata Adhie.
Selain Farhat, Adhie juga menunjuk advokat muda Niko Adrian. Adhie memilih Nico karena punya pengalaman nyata melawan penguasa dzalim yang korup. Pada 1998, Nico salah satu pemimpin lapangan dalam gerakan mahasiswa pro-reformasi di Ibukota.
Adhie berencana mempidanakan JK dan Husain Abdullah terkait kasus pencurian hak intelektual. Karya Adhie yang dibajak oleh Husain Abdullah berjudul Nomenklatur (Pelajaran Gratis untuk Pak Wapres) yang dimuat dalam rubrik Tebas (Tendangan Bebas) di salah satu media online
(klik disini). Oleh Husain Abdullah hanya diubah namanya, menjadi Nomenklatur (Pelajaran Gratis untuk RR dan Komplotannya). Kalimat pembukanya persis: Langit runtuh. Kiamat seakan sudah dekat, dan seterusnya. Tulisan Husain Abdullah dimuat beberapa media online, antara lain fajaronline.com
(klik disini).
Farhat Abbas sendiri mengatakan meskipun ada perubahan di sana-sini, tapi dari judulnya saja sudah sangat terbaca kalau tulisan Husain Abdullah merupakan produk plagiat murni alias pencurian hak intelektual.
[dem]