Menteri Desa Marwan Jafar mengatakan mengatakan hal ini menjadi bukti pemerintahan Jokowi-JK memberikan perhatian penuh kepada desa.
"Sudah jelas dan sangat nyata betapa pemerintahan Jokowi-JK memberikan perhatian penuh kepada desa," ujar dia, Minggu (28/2).
Dengan alokasi dana tersebut, pada tahun ini setiap desa akan mengelola uang secara mandiri sebesar Rp 500-800 juta.
Dana desa akan terus ditingkatkan karena pemerintahan sudah membuat rancangan tahun 2017 dinaikkan lagi menjadi Rp 81,1 triliun sehingga masyarakat desa sudah bisa mengelola dana desa lebih dari Rp 1 miliar per desa.
Menteri Marwan mengatakan dana desa digunakan membangun infrastruktur desa seperti jalan desa, irigasi, sanitasi, jalan usaha tani, embug, dan proyek infrastruktur desa lainnya. Pembangunan sepenuhnya memaksimalkan potensi desa. Tenaga kerjanya masyarakat desa setempat, bahan baku dari desa setempat, peralatannya juga dari desa, sehingga Dana Desa benar-benar berputar di desa.
"Dana desa benar-benar
cash for work dan dirasakan masyarakat dengan program yang sepenuhnya ada di desa. Tidak lagi hanya program pusat yang sekedar menetes ke desa. Kebijakan dana desa ini termasuk kebijakan radikal yang diterapkan pemerintahan Jokowi-JK," ulas Menteri Marwan.
Meski baru pertama kali dijalankan, penggunaan dana desa 2015 tergolong sukses karena hanya 6% yang tidak sesuai arah pembangunan.
"Ini pun bukan karena di korupsi. Tapi hanya salah informasi, misalnya untuk membangun jalan desa tapi dipakai membangun kantor desa atau pun bangun rumah ibadah. Itu saja, selebihnya semua tepat," jelasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: