Wakil Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ashraf Ali mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum membahas bakal calon Gubernur DKI Jakarta.
"Figurnya belum kami bicarakan dan putuskan sama sekali. Kami baru akan bicarakan pada Musda dan Munaslub, sekitar bulan Maret atau April," kata dia di Jakarta, Minggu (21/2).
Ashraf malah menganggap aneh jika Golkar mengusung Farhat.
"Saya enggak ngerti tuh (Farhat diusung jadi bakal calon gubernur)," katanya.
Ia mengakui, partai berlambang pohon beringgin hanya memiliki sembilan kursi di DPRD DKI. Sementara, parpol yang bisa mengusung pasangan cagub-cawagub minimal 22 kursi. Terlebih, saat ini, posisi Golkar merupakan partai pendukung pemerintah.
"Artinya siapapun tokoh (bakal calon gubernur) bisa saja dibicarakan. Golkar siap melakukan komunikasi politik dengan para figur," ungkapnya.
Farhat Abbas mengunjungi kawasan Kalijodo kemarin malam, sekira pukul 20.00 WIB. Farhat mengatakan kedatangannya sebagai calon gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Golkar, untuk melihat perbandingan situasi kawasan Kalijodo seusai operasi pemberantasan penyakit masyarakat pagi harinya.
"Penutupan (Kalijodo) bukanlah solusi. Kalau saya jadi gubernur, kawasan ini akan saya jadikan perkampungan modern," ujar Farhat.
[dem]
BERITA TERKAIT: