"Permasalahannya sekarang masyarakat di sana masih ada yang diintimidasi oleh Daeng Azis dan kroni-kroninya," ungkap Effendi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/2).
Bahkan dia menyayangkan ada beberapa warga yang membatalkan diri untuk direlokasi dikarenakan Daeng Aziz.
"Sampai kemarin sudah ada 24 orang, sekarang tinggal 10 orang, 14 orang mencabut pendaftarannya," ungkapnya.
"Tapi banyak yang mulai mau direlokasi karena mereka tahu sekarang kita serius bongkar. Awalnya mereka pikir kemarin kan kita cuma imbauan. Begitu SP1 baru mikir mereka," ujar Effendi.
Sebelumnya, usai rapat denga jajaran Polda Metro Jaya yang dipimpin Kapolda Irjan Tito Karnavian, Ahok mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan penertiban kawasan Kalijodo.
Penertiban tersebut dilakukan secara berkala, antara lain dengan mengeluarkan SP1 tepat hari ini, guna memberitahukan bahwa warga di sana menduduku tanah negara
"Sesuai UU, kami melaksanakan UU maka tanah negara yang diduduki harus kami ambl kembali. Makanya kita mnta dia bongkr sendiri, kalo ternyata ga mau bongkar sendiri akan ada SP2. Kalau dia gaK mau bongkar juga bangunan liar ini, kita akan ada SP3. Kalau gak mau bongkar ya udah paksa kami bantu dia bongkar," kata Ahok di Polda Metro Jaya.
[dem]
BERITA TERKAIT: