"Tentu ini sesuatu yang sudah kita prediksi. Di tengah keterpurukan Freeport Mcmoran dan pengunduran diri Jim Bob beberapa waktu lalu serta ketidakpastian masa depan Freeport Indonesia pasca 2021 tentu akan memaksa mundur Maroef Sjamsoedin," ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean, Selasa (19/1).
Dia mengatakan‎, pada awalnya Maroef dinilai akan mampu memuluskan masa depan Freeport di Papua melihat latar belakangnya yang mantan wakil kepala BIN dan adik Letjen Syafri Syamsoeddin yang dikenal dekat dengan SBY selaku presiden. Namun ternyata semua itu tidak membuat situasi seperti yang diharapkan pemilik Freeport dan Amerika.
Apalagi, langkah blunder Jim Bob dan Maroef yang membuka rekaman skandal papa minta saham, justru semakin menggelorakan semangat nasionalisasi tambang Freeport.
"Inilah yang paling memaksa bagi Maroef untuk mundur atau dipaksa mundur," katanya.
Kabar Marsda TNI (Purn) Maroef Sjamsoeddin mundur dari jabatan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia diketahui dalam surat Interoffice Memorandum PT Freeport Indonesia Management yang beredar dikalangan media, tadi malam. Surat tersebut berisi pemberitahuan pengunduran diri Maroef pada tanggal 18 Januari 2016.
"Dengan berakhirnya masa kontrak saya selama setahun sebagai karyawan pada posisi jabatan yang dipercayakan sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia dan tawaran perpanjangan dari Pimpinan Freeport McMoran, saya telah berkirim surat pengajuan pengunduran diri sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia," begitu tertulis dalam surat tersebut.
Maroef ditunjuk menduduki jabatan tersebut pada pertengahan Januari 2015.
[dem]