Dia tekankan, bom tersebut bukan meledak di area Sarinah, melainkan di Gedung Skyland, Jalan Wahid Hasyim-Thamrin, persis di seberang Sarinah.
"Saya sekaligus mengklarifikasi bahwa kejadian itu sama sekali bukan di area Sarinah. Seharusnya disebut bom Thamrin, bukan bom Sarinah yang selama ini beredar di media," terang Ira dalam keterangan pers di Kantor Kementerian BUMN, Jumat, (15/1).
Dia juga mengklarifikasi kabar yang beredar di media sosial bahwa salah seorang pelaku teror sempat masuk ke Sarinah, kemudian oleh satpam Sarinah digiring ke pos polisi di Jalan Thamrin sebelum akhirnya meledakkan diri.
"Kami sudah cek secara berlapis. Tidak ada satpam kami yang menjadi korban. Pelaku teror juga tidak ada yang masuk ke Sarinah," kata Ira.
Ia menegaskan pihaknya telah melakukan kroscek di CCTV yang terpasang di Sarinah. Tidak ditemukan ada tanda-tanda pelaku teror memasuki area Sarinah.
Namun akibat kejadian serangan teroris ini, keamanan di Gedung Sarinah diperketat. Di beberapa titik yang dianggap rawan ditambah personil pengamanan. Sarinah juga menerapkan SOP Security Major, dimana pengunjung yang masuk ke Sarinah akan diperiksa untuk keamanan.
"Kita tidak sebutkan di titik mana saja, karena itu strategi. Yang pasti jam keamanan dan jumlah personil kita tambah," kata dia.
Saat ini, Gedung Sarinah sudah kembali beroperasi normal, kendati di pagi hari pengunjungnya merosot, namun dibeberkan Ira pada waktu jam makan siang, pengunjung Sarinah kembali normal.
"Kegiatan sudah kembali normal, karena posisi kita strategis. Selalu ramai saat siang hari dan malam hari," pungkasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: