"Menurut data Kakorlantas, korban meninggal dunia mencapai 356 orang dalam waktu 11 hari. Yang memprihatinkan, dari 1.534 kecelakaan, 1525 melibatkan sepeda motor," kata Wakil Ketua Komisi V Yudi Widiana Adia di Jakarta, Rabu (13/1).
Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan motor mendorong Komisi V untuk segera membahas revisi UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJ) bersama pemerintah. Menurut Yudi, persoalan sepeda motor khususnya sebagai moda transportasi perlu diatur lebih detail.
"Perlu kebijakan dan strategi khusus untuk mengatasinya, termasuk pengaturan soal motor sebagai transportasi publik sebagaimana yang diinginkan presiden. Jangan sampai melanggar UU LLAJ yang ada saat ini," kata Yudi.
Selain kecelakaan, kemacetan parah selama musim libur Natal juga menjadi fokus pembahasan Komisi V ke depan. Komisi yang membidangi trasnsportasi ini meminta forum lalu lintas yang beranggotakan berbagai instasi terkait diaktifkan kembali untuk memudahkan koordinasi dalam penanganan berbagai persoalan lalu lintas.
"Kejadian macet parah kemarin tidak boleh terulang lagi, antisipasi dan koordinasi antar instansi harus lebih intensif. Selain minimnya koordinasi, kemacetan kemarin juga diakibatkan kondisi infrastruktur yang kurang siap, oleh karena itu kami mendorong agar pembangunan tol-tol baru bisa dipercepat," kata Yudi.
Ia mendesak agar jaringan jalan tol Jabodetabek yang terintegrasi di Jakarta dan sekitarnya ini bisa selesai akhir 2019 untuk mengurangi kemacetan.
"Beban terberat ruas tol di Jakarta saat ini ada di Jalur Lingkar Luar Jakarta (JLJ). Pembangunan jaringan jalan tol yang baru harus segera diselesaikan pada 2019 sehingga bisa mengurangi kemacetan," tukas Yudi.
[rus]
BERITA TERKAIT: