"Kalaupun benar diganti saya tidak masalah. Santai saja. Karena dimanapun bagi saya sama saja," kata Bamsoet, demikian ia disapa, kepada
Kantor Berita Politik RMOL (Rabu, 5/11).
Bamsoet menyatakan sikap dan pendiriannya tidak akan berubah sedikitpun. Kalau ada yang salah atau ngawur, pasti akan dikritisinya.
"Nggak ada urusan. Emang gw pikirin," imbuhnya.
Sebelumnya, kabar Bamsoet sudah dipecat disampaikan anggota DPR dari Golkar, Ahmadi Noor Supit. Menurut dia, Setya Novanto yang didaulat partai menjadi ketua fraksi Golkar DPR RI menunjuk Azis Syamsuddin sebagai pengganti Bamsoet.
Selain terhadap Bamsoet, Novanto juga mencopot Ahmadi Noor Supit dari kursi Ketua Banggar DPR dan mengantinya dengan Kahar Muzakir.
Bamsoet mengatakan pergantian pimpinan fraksi dan alat kelengkapan dewan tidak bisa dilakukan asal-asalan, tetapi ada mekanismenya sebagaimana diatur dalam Tartib dan UU MD3.
Mekanisme pergantian pimpinan fraksi dimulai dengan adanya surat dari parpol ke pimpinan DPR. Surat pergantian kemudian dibahas di Rapim dan Bamus, sebelum diagendakan pembacaan atas struktur kepengurusan yang baru di sidang paripurna.
Setelah itu, katanya, baru keluar surat keputusan tentang struktur pimpinan fraksi yang baru yang ditandatangani oleh Ketua DPR dengan nomor surat resmi dari kesekjenan.
"Struktur pimpinan fraksi yang baru ditandatangani oleh Ketua DPR definitif (bukan plt). (Lagipula) saat ini kan masih reses," katanya.
[dem]
BERITA TERKAIT: