Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengungkapkan, di 2014 hanya terjadi 38 peristiwa kebrutalan geng motor, yang membuat 52 orang menjadi korban, 28 orang di antaranya tewas dan 24 lainnya luka-luka. Sementara di 2015 ada 49 peristiwa yang menewaskan 19 orang dan 31 luka.
Menurut Neta, jika tidak segera dikendalikan bukan mustahil geng motor akan terus meneror masyarakat.
Jelas Neta, Sulawesi Selatan menempati peringkat pertama sebagai wilayah rawan geng motor di tahun 2015, dengan 30 peristiwa. Disusul Jawa Barat dengan 13 peristiwa. Jaawa Timur, Jakarta dan Riau masing-masing dua kejadian.
Ia berharap di tahun 2016, Polri bisa bersikap tegas terhadap geng motor. Patroli kepolisian di titik rawan geng motor perlu dimaksimalkan agar geng motor bisa diberantas habis.
"Para orang tua perlu juga mengontrol anak-anak remajanya agar tidak gentayangan tengah malam dan dinihari. Anak-anak remaja yang gentayangan tengah malam memberi kontribusi yang besar bagi kehadiran geng motor," demikian Neta.
[rus]