KOCOK ULANG KABINET

Jokowi Sudah Tidak Sreg dengan Menteri Ferry

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 29 Desember 2015, 17:54 WIB
Jokowi Sudah Tidak <i>Sreg</i> dengan Menteri Ferry
ferry mursydan baldan/net
rmol news logo Sentilan Presiden Joko Widodo terhadap kinerja Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan tidak bisa dianggap biasa. Sentilan tersebut dimaknai sebagai sinyal Ferry akan didepak dari kabinet.

"Ultimatum Presiden kepada Menteri Ferry bukan main-main. Apalagi, hal itu disampaikan Jokowi di depan banyak orang," kata peneliti utama The Jokowi Institute Amir Hamzah, Selasa (29/12).

Pada Sabtu (26/12), Presiden Jokowi menyebut pembangunan jalan yang menghubungkan Wamena-Merauke lamban dikerjakan karena terkendala pembebasan lahan. Atas kelambanan itu, Jokowi mengaku menelpon Menteri Ferry dan memberi waktu 1,5 bulan untuk menyelesaikanya. Kalau tidak selesai, Jokowi akan mencopot Ferry.

Menurut Amir, pernyataan yang disampaikan di hadapan ratusan kepala desa dan lurah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah itu bukan hanya mengeritik buruknya kinerja Ferry tapi sekaligus menjadi sinyal bahwa Jokowi sudah tidak sreg dengan menteri dari Partai Nasdem itu.

Penilaian Jokowi terhadap Ferry, masih kata Amir, sudah tidak bisa lagi ditoleransi. Bagi Jokowi, buruknya kinerja Ferry adalah 'buah terlarang' yang tidak bisa lagi dipertahankan.

"Kami apresiasi peningkatan kemampuan tim Presiden dalam menganalisa dan menilai para menterinya. Itu sudah menunjukkan ke arah yang baik," tukas Amir Hamzah.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA