Pergantian Ketua DPR Momentum Tepat Pimpinan DPR Tunjukkan Sikap Negarawan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 24 Desember 2015, 05:57 WIB
rmol news logo Surat pengajuan pergantian Ketua DPR dari Golkar kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie sudah diterima pimpinan DPR. Kubu Agung mewanti-wanti agar pengganti Setya Novanto ditentukan dengan melibatkan seluruh anggota dewan.

"Tugas Pimpinan DPR adalah membacakan surat dari kedua kubu secara berimbang dan proporsional di hadapan Sidang Paripurna DPR RI pada tanggal 11 Januari 2016 nanti. Keputusan selanjutnya, serahkanlah kepada 560 anggota DPR RI untuk menentukan pilihannya," ujar Sekretaris Fraksi Golkar versi Agung, Fayakhun Andriadi, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (Rabu, 23/12).

Fayakhun memperingatkan pimpinan DPR untuk tidak mempertontonkan permainan politik yang bersifat pembodohan, ketidakprofesionalan, dan pemutarbalikan fakta dalam proses penetapan siapa Ketua DPR. Apakah Agus Gumiwang yang mereka ajukan ataukah Ade Komaruddin yang diajukan kubu Aburizal, mestilah ditentukan bukan atas dasar kongkalikong pimpinan DPR.

Kekhawatiran Fayakhun tidak berlebihan karena sebelumnya pimpinan DPR melakukan pembohongan dan pembodohan. Mereka menyatakan belum menerima surat pengajuan pergantian dari kubu Agung padahal kubu Agung melalui Ketua dan Sekretaris Fraksi di DPR sudah mengirimkan suratnya.

"Pergantian Ketua DPR ini adalah momentum yang tepat bagi pimpinan DPR untuk menyakinkan rakyat bahwa lembaga legislatif ini adalah lembaga terhormat dan  bisa menjadi contoh dalam berdemokrasi yang baik dan benar, menjunjung tinggi hukum, moral dan etika," katanya.

Dikatakan doktor ilmu politik lulusan Universitas Indonesia ini, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) telah berupaya maksimal membangun citra positif DPR pada saat sidang Papa Minta Saham”. Sidang terbuka dan keputusan yang diambil oleh MKD mendapat pujian, apresiasi, dan acungan jempol dari publik. Hal itu merupakan langkah tepat dan sangat positif dalam mengembalikan kepercayaan rakyat kepada lembaga DPR yang menurut banyak survei berada pada titik nadir yang sangat memperihatinkan.

"Preseden baik yang sudah dilakukan oleh MKD seyogyanya dilanjutkan oleh Pimpinan DPR dalam momen pergantian Ketua DPR. Pergantian Ketua DPR ini kesempatan baik bagi Pimpinan DPR untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pimpinan DPR berjiwa negarawan, seorang negarawan, menjunjung tinggi marwah dirinya di atas kepentingan politik sesaat.

Lebih lanjut Fayakhun mengingatkan, di era digital seperti sekarang ini, masyarakat bisa menyaksikan dan mengikuti semua prosesnya sehingga tak ada yang tak terekam oleh masyarakat. Masyarakat sudah maju, segala sesuatu informasi tersaji begitu cepat dan terbuka. Sebaliknya, permainan politik yang bersifat membodohi masyarakat justru akan menjadi bumerang, dan semakin menimbulkan antipati.

"Tegakkan demokrasi secara baik dan benar. Ini era digital, era keterbukaan. Era bisik-bisik dalam gelap  sudah lewat. Era kongkalikong biarlah menjadi kegelapan masa lalu. Nilai-nilai kebenaran di masyarakat  adalah nilai-nilai universal, tidak akan mempan dilawan dengan memutarbalikkan logika," tukas Faakhun.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA