Seperti pengajian akbar sebelumnya yang menghadirkan lebih 10 ribu massa di Plaza Barat GBK, kali ini melibatkan sekitar 20 ribu jamaah umat Islam yang berasal dari Jabodetabek dan sekitarnya.
"Acara ini memang sengaja dikemas untuk membuat area Plaza Barat GBK penuh dengan lautan massa. Karenanya, konsep acara juga menegaskan semboyan 'Back to GBK'," terang Sentot Panca Wardhana, pengacara dari kantor SAS Lawfirm yang menjadi salah satu penanggungjawab acara, di Jakarta, Rabu (23/12).
Selain menampilkan Al_Habib Hasan bin Ja'far Assegaf sebagai pembicara utama, tabligh akbar mengundang para tokoh dan ulama dari berbagai wilayah seperti Jabodetabek, Jawa Barat dan sejumlah daerah lain.
Sementara itu, pihak Nurul Mushtofa juga mendatangkan tokoh Islam dari luar negeri yakni Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Australia.
"Dari elemen pemerintahan atau para tokoh nasional termasuk pula ikut menghadiri," tambah Sentot, sambil menerangkan tema tabligh akbar ini 'Cahaya di Atas Cahaya'.
Ia mengatakan, tabligh akbar memfokuskan pada materi pentingnya kecintaan ditumbuhkan terhadap Nabi Muhammad Saw, sebagaimana momentum diadakannya peringatan maulid nabi tersebut.
Lebih jauh, persoalan yang dihadapi umat Islam baik di Indonesia maupun di tingkat global menjadi pembahasan para penceramah.
Hal itu antara lain mengenai persatuan dan kerjasama (
ukhuwwah) di lingkungan keumatan, seruan peningkatan moral keagamaan dalam kehidupan umat, serta sorotan atas permasalahan sosial ekonomi yang dihadapi oleh umat Islam secara umum.
[rus]
BERITA TERKAIT: