Di dalam draft itu disebutkan bahwa target pembatasan pemanasan global sebesar 2 derajat Celcius dan bila mungkin hanya 1,5 derajat Celcius.
Menurut para ahli target ini membutuhkan penghentian penggunaan bahan bakar minyak pada tahun 2050 hingga akhir abad ini.
Sebelum menutup pertemuan hari Sabtu (12/12), Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius, seperti dikutip dari
CNN mengatakan, draft itu cukup
fair dan mengikat atau
legally binding.
Besok seluruh peserta Konvensi Kerangka Perubahan Iklim akan memutuskan menolak atau menerima draft itu. Draft ini harus diterima secara konsensus dan kemudian diratifikasi negara anggota PBB.
"Hari ini kita telah mendekati hasil akhir. Saya sangat yakin kita telah mendapatkan kesepakatan yang ambisius dan berimbang," ujar Fabius.
[dem]
BERITA TERKAIT: