Dolly: Gara-gara Novanto Partai Golkar Diminta Bubar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/febiyana-1'>FEBIYANA</a>
LAPORAN: FEBIYANA
  • Rabu, 09 Desember 2015, 16:51 WIB
setya novanto/net
rmol news logo Kasus dugaan pelanggaran etika dan pemufaatan jahat yang melibatkan Ketua DPR RI, Setya Novanto, berpengaruh pada citra Partai Golkar. Sampai sekarang, Setya Novanto menjabat Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Munas Bali.

"Ini berkaitan juga sampai pada eksistensi Golkar, masyarakat tidak lagi melihat kasus Pak SN, etapi sudah sampai pada efek keberadaan partai. Sekarang ini sudah sampai pada pencitraan negatif partai,” sesal politisi Generasi Muda Partai Golkar, Ahmad Doly Kurnia, dalam konferensi pers, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/12).

Ahmad Dolly menyesalkan anggapan masyarakat terhadap Partai Golkar sebagai sarang koruptor dan adanya desakan untuk segera membubarkan partai warisan Orde Baru itu.

"Sudah bicara Partai Golkar adalah partai sarang para koruptor, kemudian ada yang minta Partai Golkar dibubarkan," ujar Dolly.

Karena itulah ia mengimbau Setya Novanto segera mengudurkan diri dari jabatannya di DPR untuk menjaga marwah Partai Golkar.

"Demi menjaga marwah partai, martabat partai, kami dengan sangat hormat meminta kepada saudara SN untuk mengikhlaskan diri, supaya partai tidak lagi terkena imbas. Tolonglah beliau mengundurkan diri dari pimpinan DPR dan fokus selesikan itu (kasus 'Papa Minta Saham')," demikian Doly. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA